Kolaborasi Nyata di Bone untuk Tekan Angka Stunting
Kabupaten Bone tak main-main dalam menangani stunting. Upaya percepatannya kini makin kencang, didorong oleh kerja sama erat antar berbagai pihak. Lintas sektor bahu-membahu, dan itu terlihat jelas dari aksi nyata yang baru saja digelar.
Jumat lalu, tepatnya 17 April 2026, suasana di Aula Puskesmas Paccing, Kecamatan Awangpone, cukup ramai. Di sana, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone bersama Puskesmas Awangpone membagikan bantuan gizi. Sasaran utamanya adalah balita yang terindikasi stunting dan para ibu hamil yang membutuhkan.
Yang menarik, acara ini dihadiri oleh banyak tokoh kunci. Mereka datang bukan sekadar formalitas. Camat Awangpone Andi Aidil Apriadi Sammang hadir, begitu pula perwakilan dari TNI (Danramil), Polri (Kapolsek AKP Supriyadi), serta Kepala KUA setempat, Abdurrahim Riduang. Dari sisi kesehatan, hadir Kepala Puskesmas Paccing drg. Hj. Yuliana Syam dan Kepala Puskesmas Awaru Hj. Kartini Khalid.
Kehadiran mereka semua bukan tanpa arti. Ini adalah bukti nyata bahwa sinergi untuk memerangi stunting di Bone benar-benar solid. Pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga keagamaan, dan tenaga kesehatan bergerak bersama.
Bantuan yang disalurkan cukup signifikan. Ada 114 paket gizi yang diberikan langsung kepada mereka yang paling memerlukan. Tujuannya jelas: memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, yang pada akhirnya diharapkan bisa memperbaiki kesehatan ibu dan anak-anak di wilayah itu.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan asupan gizi bagi ibu hamil dan anak-anak, sehingga mampu mencegah dan menekan angka stunting di Kabupaten Bone,”
Pernyataan itu disampaikan oleh H. Muhaemin Ali, Lc., Wakil Ketua Bidang Pendistribusian BAZNAS Bone, saat menyerahkan bantuan secara simbolis. Ia menegaskan, langkah ini adalah wujud komitmen BAZNAS mendukung program pemerintah lewat intervensi gizi yang berkelanjutan. Bukan sekadar bagi-bagi, tapi bagian dari strategi jangka panjang.
Di sisi lain, apresiasi juga datang dari pihak Puskesmas. Mereka sangat menghargai dukungan dari BAZNAS ini. Harapannya, kerja sama semacam ini bisa terus berjalan. Bahkan, kalau bisa, ditingkatkan lagi. Soalnya, dampaknya langsung terasa untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Awangpone.
Pada akhirnya, kegiatan seperti ini punya dua dampak besar. Pertama, tentu saja bantuan gizi itu sendiri. Kedua, dan ini tak kalah penting, adalah meningkatkan kesadaran warga. Pentingnya gizi seimbang harus terus disuarakan. Dengan langkah-langkah konkret semacam inilah harapan untuk menciptakan generasi Bone yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan bisa diwujudkan, sedikit demi sedikit.
(kar)
Artikel Terkait
Ibu Laporkan Perawat RSHS Bandung atas Dugaan Percobaan Penculikan Bayi
Kejati Sulsel Periksa Mantan Pimpinan DPRD Terkait Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar
Pria di Bandung Barat Tewas Ditikam Teman Sekontrakan Usai Dituduh Mencuri
Nelayan Temukan Sabu Lebih dari Satu Kilogram di Pantai Pangkep