Upaya kabur dua terduga pelaku pengeroyokan di Jeneponto akhirnya berakhir di pasar malam. Ya, setelah menghilang hampir dua minggu, mereka malah ketangkep saat sedang bekerja serabutan sebagai buruh.
Penangkapan itu terjadi dini hari tadi, Selasa (14/4/2026), di Desa Jombe, Kecamatan Turatea. Tim Pegasus Resmob Satreskrim Polres Jeneponto yang bergerak. Berbekal informasi dari masyarakat, polisi berhasil melacak dan meringkus keduanya dengan mulus, tanpa ada perlawanan berarti.
Kedua tersangka itu berinisial Doni (23) dan DK yang masih remaja, 16 tahun. Mereka langsung digiring ke Mapolres Jeneponto untuk diperiksa lebih lanjut.
Menurut Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa, penangkapan ini adalah hasil pengembangan dari penyelidikan kasus kekerasan yang sempat menghebohkan. "Proses hukum akan segera kami jalankan," tegasnya.
Lantas, bagaimana cerita awalnya?
Semua berawal di Palambuta, Desa Bululoe, pada sebuah Minggu malam (28/3/2026) yang seharusnya tenang. Korban, Kadir (40), cuma coba menegur. Ia mendengar keributan di luar rumahnya sekitar sepuluh pemuda berkumpul bawa batu, bikin resah warga.
Artikel Terkait
Anggota DPR Apresiasi Tes Kemampuan Akademik SMP, Soroti Fungsi Pemetaan
Saparuddin Tewaskan Istri dan Sepupu Usai Cekcok Soal Uang di Makassar
UI Usut Dugaan Kekerasan Seksual di Grup Chat Mahasiswa
Mantan CEO PSM Digugat Pailit atas Utang Klub Rp3,77 Miliar