Fahmi Bo dan Nita Gelar Pernikahan Sederhana di Tengah Hujatan Matre

- Minggu, 23 November 2025 | 17:10 WIB
Fahmi Bo dan Nita Gelar Pernikahan Sederhana di Tengah Hujatan Matre

H-1 Pernikahan Fahmi Bo dan Nita: Tenda Sederhana hingga Isu Matre

Udara di sekitar rumah Fahmi Bo terasa berbeda kemarin sore. Di halaman yang biasanya lengang, kini berdiri sebuah tenda berukuran sedang dengan beberapa kursi plastik berjejer rapi. Ini bukan persiapan mewah justru terkesan sederhana untuk ukuran selebritas yang kerap jadi perbincangan.

Fahmi dan Nita akhirnya memutuskan untuk rujuk dan mengulang ijab kabul mereka. Keputusan ini tentu saja mengundang beragam reaksi. Tapi di balik semua itu, mereka ternyata memilih merayakan kebahagiaan dengan cara yang cukup bersahaja.

Tim Insert Investigasi sempat mampir ke lokasi sehari sebelum acara. Yang menarik, persiapan terlihat sangat minimalis. Hanya tenda semi-permanen dengan dekorasi seperlunya. Tidak ada kemewahan yang mencolok, tidak pula kesan berlebihan. Seolah mereka ingin semuanya berjalan apa adanya.

Di sisi lain, pasangan ini juga tak bisa mengelak dari berbagai komentar miring. Tudingan "matre" sempat menghantam, terutama karena keputusan mereka untuk kembali bersatu. Soal ini, Fahmi dan Nita akhirnya angkat bicara.

Mereka membahas langsung isu tersebut dengan cukup terbuka. Menurut Fahmi, semua tuduhan itu sudah didengarnya. Tapi dia dan Nita memilih fokus pada niat baik mereka untuk membangun rumah tangga sekali lagi.

Nita punya pandangan serupa. Baginya, yang terpenting sekarang adalah bagaimana mereka bisa memperbaiki segala kesalahan di masa lalu. "Kami sadar banyak yang meragukan niat kami. Tapi percayalah, kami serius ingin memulai dari nol," ujarnya.

Memang, perjalanan hubungan mereka seperti rollercoaster. Dari pernikahan pertama, perceraian, hingga akhirnya memutuskan untuk kembali. Semua terjadi di depan publik. Tapi untuk persiapan hari bahagia ini, mereka justru memilih kesederhanaan. Tak ada kemewahan berlebihan, hanya niat dan usaha untuk kembali menyatukan dua hati.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar