Malam itu, Selasa (27/1), jalanan di Lingkar Prapatan Ciendut, Anyer, terasa lengang. Tapi ketenangan itu pecah oleh sebuah tragedi yang berakhir pilu. Fadel Alif Muhamad, seorang pelajar SMK Pariwisata berusia 16 tahun, tewas setelah ditusuk. Ia mencoba membela temannya yang sedang di-bully.
Menurut keterangan polisi, semuanya berawal dari nongkrong biasa. Fadel bersama temannya, BL, sedang berkumpul. Lalu datanglah BR dan NL. Suasana langsung berubah tegang. NL mendengar kabar bahwa BL telah menjelek-jelekkan namanya di depan pacarnya. Dia pun menuntut klarifikasi.
BL sendiri langsung mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Tapi itu rupanya belum cukup.
“Selanjutnya ini saudara NL minta klarifikasi saudara BL untuk minta maaf sambil memvideokan agar diviralkan,” jelas Kanit Reskrim Polsek Anyer, Ipda Wangsa, Rabu (28/1).
Nah, permintaan untuk minta maaf sambil direkam inilah yang memantik amarah Fadel. Baginya, memaksa permintaan maaf untuk konten viral itu keterlaluan. Tanpa pikir panjang, ia turun dari motor dan menghampiri NL. Emosinya jelas terlihat.
“Korban ini turun dari motor dan emosi membela kawannya,” kata Ipda Wangsa.
Sayangnya, sikap Fadel justru memancing orang lain. BR, yang datang bersama NL, ikut tersulut. Adu mulut pun terjadi, panas, dan cepat sekali memanas. Kata-kata saling melontar, emosi tak terkendali.
Dalam situasi kacau itu, BR tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau dari saku jaketnya. Beberapa kali tusukan menghujam tubuh Fadel. Remaja itu pun terkapar di pinggir jalan, tak berdaya.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Anyer, tapi upaya itu sia-sia. Nyawa Fadel tak tertolong. Sementara pelaku, BR, langsung kabur meninggalkan TKP.
Kini, kasus ini sudah diambil alih Satreskrim Polres Cilegon. Pihak kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi dan olah TKP. Mereka berusaha melacak pelaku yang masih buron.
“Kasusnya sekarang ditangani Polres, langsung diambil alih karena ini atensi penusukan sampai meninggal. Dan saksi-saksinya juga dibawa ke Polres tadi malam,” tandas Ipda Wangsa.
Sebuah nyawa melayang begitu saja. Hanya karena membela teman dari perundungan. Kejadian di Anyer ini meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga dan sekaligus menjadi catatan kelam tentang bagaimana kekerasan bisa tiba-tiba muncul dari hal yang sepele.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu