Sayangnya, sikap Fadel justru memancing orang lain. BR, yang datang bersama NL, ikut tersulut. Adu mulut pun terjadi, panas, dan cepat sekali memanas. Kata-kata saling melontar, emosi tak terkendali.
Dalam situasi kacau itu, BR tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau dari saku jaketnya. Beberapa kali tusukan menghujam tubuh Fadel. Remaja itu pun terkapar di pinggir jalan, tak berdaya.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Anyer, tapi upaya itu sia-sia. Nyawa Fadel tak tertolong. Sementara pelaku, BR, langsung kabur meninggalkan TKP.
Kini, kasus ini sudah diambil alih Satreskrim Polres Cilegon. Pihak kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi dan olah TKP. Mereka berusaha melacak pelaku yang masih buron.
“Kasusnya sekarang ditangani Polres, langsung diambil alih karena ini atensi penusukan sampai meninggal. Dan saksi-saksinya juga dibawa ke Polres tadi malam,” tandas Ipda Wangsa.
Sebuah nyawa melayang begitu saja. Hanya karena membela teman dari perundungan. Kejadian di Anyer ini meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga dan sekaligus menjadi catatan kelam tentang bagaimana kekerasan bisa tiba-tiba muncul dari hal yang sepele.
Artikel Terkait
Pedagang Kecil Dianiaya, Kata-kata Aparat yang Bikin Miris: Makan Habisin, Biar Kamu yang Modar
Kajari Sleman Minta Maaf, Kasus Hogi Dihentikan Paksa Komisi III
Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Celah Diplomasi atau Hanya Ruang Kosong?
Somaliland: Kisah Negara yang Ada, Meski Tak Diakui Dunia