IHSG Terjun Bebas, BEI Terpaksa Hentikan Perdagangan

- Rabu, 28 Januari 2026 | 17:36 WIB
IHSG Terjun Bebas, BEI Terpaksa Hentikan Perdagangan

Pasar saham Indonesia benar-benar berdarah-darah hari Rabu kemarin. IHSG terperosok sepanjang hari, bahkan sempat membuat BEI mengambil langkah ekstrem: menghentikan perdagangan untuk sementara. Pemicunya? Indeks anjlok hingga 8 persen di awal sesi kedua. Suasana di lantai bursa pasti cukup mencekam.

Menurut Direktur Perdagangan BEI, Irvan Susandy, tekanan jual dari investor asing masih sangat kuat. Pada sesi pertama saja, catatan net sell alias arus keluar bersih mereka mencapai Rp 3 triliun.

"Di sesi I net outflow dari asing Rp 3 triliun. Which is menurut kita Rp 3 triliun dari Rp 30 triliun, karena posisinya sebenarnya asing juga masih ada beli gitu loh dan cukup banyak belinya. Jadi kalau impact margin kemungkinan besar begitu,"

ujar Irvan saat ditemui di Gedung BEI.

Namun begitu, dia mencoba menenangkan. Pelemahan tajam ini, kata dia, belum tentu jadi masalah besar bagi investor ritel lokal. Irvan mengaku belum melihat tanda-tanda serius terkait masalah transaksi margin atau gelombang margin call yang masif di kalangan investor kecil.

"Tapi sejauh ini sih saya pikir harusnya sih gak ada isu problem dari transaksi margin ya. Tapi memang suka-tidak suka kemungkinan besar ada for sale, karena kan ya beberapa saham yang masuk saham margin kan ada yang juga udah lebih dari 7%. Ya kan ada yang 10, ada yang 15 gitu ya. Nah suka tidak suka pasti ada kemungkinan besar juga ada for sale,"

tuturnya lagi, mengakui bahwa beberapa aksi jual memang mungkin tak terhindarkan.

Di sisi lain, optimisme tetap coba dijaga. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyoroti sisi positifnya: nilai transaksi yang masih sangat tinggi. Baginya, ini adalah bukti bahwa kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia sebenarnya masih kokoh, meski diterpa badai sentimen global.

"Hari ini tanpa adanya MSCI bikin report announcement Rp 31 triliun. Pak Irvan bilang tadi, hari ini yang keluar berapa Rp 3,6 triliun dari Rp 30 triliun. Jadi 90% masih percaya market kita,"

kata Iman, berusaha melihat gelas yang masih terisi sebagian besar.

Pada akhirnya, pasar tetap ditutup dalam palung merah. IHSG melemah 7,35% ke level 8.320,5. Indeks LQ45 ikut terpuruk 7,26% ke 812,539. Kerusakannya luas: hanya 37 saham yang mampu naik, sementara 753 lainnya terkapar. Transaksi berlangsung sangat sibuk, dengan frekuensi mencapai 3,9 juta kali dan nilai perdagangan total menembus Rp 44,9 triliun. Sebuah hari yang berat, dan semua mata kini tertuju pada perdagangan hari berikutnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar