Saparuddin Tewaskan Istri dan Sepupu Usai Cekcok Soal Uang di Makassar

- Selasa, 14 April 2026 | 13:00 WIB
Saparuddin Tewaskan Istri dan Sepupu Usai Cekcok Soal Uang di Makassar

Suasana di Jalan Bontomanai, Bulurokeng, Makassar, masih mencekam. Awal minggu ini, sebuah pertikaian dalam rumah tangga berubah menjadi tragedi berdarah yang merenggut dua nyawa. Pelakunya, Saparuddin, ternyata bertindak dalam keadaan mabuk.

Menurut penyelidikan, ia pulang ke rumahnya dalam kondisi tidak sadar setelah mengonsumsi minuman keras. Begitu tiba, pertengkaran sengit langsung meletus dengan istrinya, Mirna (40 tahun). Cekcok itu tak terhindarkan, dan berakhir dengan cara yang mengerikan.

“Pelaku ini habis mengonsumsi miras kemudian kembali ke rumah lalu terjadi cekcok dengan istrinya,”

kata AKP Hamka dari Satreskrim Polrestabes Makassar, Senin (13/4/2026). Insiden memilukan ini sendiri terjadi sehari sebelumnya, pada Minggu malam.

Lantas, apa pemicu pertengkaran itu? Ternyata soal uang. Saparuddin meminta, tapi sang istri menolak memberikannya. Mirna punya alasan kuat: diduga, uang itu akan dipakai suaminya untuk berjudi online.

“Informasi dari keluarga bahwa yang bersangkutan memang ada beberapa sangkutan, kemudian juga ada kegiatan perjudian online yang dia ikuti,”

jelas Hamka lebih lanjut. Penolakan itu memicu kemarahan yang tak terbendung. Dalam emosi yang memuncak, Saparuddin mengambil parang dan menghujamkannya ke punggung istrinya.

Kekacauan pun tak terbendung. Melihat kekerasan itu, sepupu pelaku, Rauf (45), berusaha turun tangan. Ia datang hendak melerai, mencoba menenangkan situasi. Sayangnya, niat baik itu justru berbalik menjadi petaka baginya.

“Korban bermaksud melerai ataupun memberi nasihat kepada pelaku, tetapi pada akhirnya korbannya menjadi sasaran dan dilakukan tebasan parang pada bagian leher,”

tutur AKP Hamka. Tebasan itu dilakukan berulang kali, dan Rauf pun tewas di tempat.

Nasib mirip menimpa Mirna. Setelah tebasan pertama di pinggang, Saparuddin kembali mengayunkan parang ke leher istrinya. Korban kedua pun jatuh. Usai melakukan aksi brutalnya, pelaku kabur dari lokasi.

Namun begitu, pelariannya tidak berlangsung lama. Polisi berhasil menangkap Saparuddin di sekitar lokasi kejadian pada Senin dini hari. “Pelaku sudah diamankan,” pungkas Hamka. Sekarang, semua proses hukum sedang menunggu pria yang diduga menghabisi nyawa istri dan sepupunya sendiri itu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar