"Oleh karena itu, dugaan tindak pidana korupsi yang masih terus berulang ini menjadi catatan penting untuk upaya pencegahan ke depan," tegas Asep Guntur.
Membicarakan SPI, performa Tulungagung sendiri sebenarnya sudah memberi sinyal. Skor mereka di tahun 2025 lalu hanya 72,32, masuk kategori rentan. Posisinya ada di peringkat 35 dari total 39 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Angka itu jelas bukan prestasi.
Hal itu mengindikasikan adanya risiko sistemik yang nyata. Tata kelola pemerintahan di sana dinilai perlu dibenahi secara serius oleh semua jajaran. Perlu ada perubahan.
"Semoga para pejabat di Tulungagung ke depan dapat membenahi skor SPI dan menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang telah diberikan oleh Kedeputian Pencegahan KPK," pungkasnya.
Singkatnya, kasus Gatut bukanlah insiden yang berdiri sendiri. Ia seperti potret buram dari sebuah pola yang terus berulang, dan peringatan keras bagi daerah-daerah lain.
Artikel Terkait
Pertamina Enduro Juara Proliga Usai Drama Lima Set Melawan PLN
Stuttgart Hajar Hamburg 4-0 dalam Dominasi Mutlak di Bundesliga
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%