Di tengah riuh JICC Jakarta, Sabtu lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesannya dengan nada tegas. Bukan sekadar olahraga, katanya, pencak silat adalah cerminan jati diri kita. Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan peserta Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Menurut Prabowo, ada nilai-nilai luhur yang melekat erat dalam tradisi ini. Keberanian, kehormatan, dan kerendahan hati. Juga komitmen untuk membela apa yang benar dan adil.
Ia lantas menekankan soal sosok seorang pendekar. Kekuatan fisik saja tidak cukup. Harus ada kekuatan jiwa, akhlak, dan keimanan yang menyertainya. Prabowo mengingatkan sebuah prinsip: semakin tinggi ilmu seseorang, justru semakin besar tuntutan untuk bersikap rendah hati. Bukan merendahkan diri, tapi menghormati.
Di sisi lain, Presiden menyoroti satu hal yang kerap terlupakan: kebanggaan akan budaya sendiri. Di era globalisasi ini, jangan sampai kita kehilangan rasa itu. Ia memberi contoh sederhana. Dalam acara-acara kebangsaan, ia selalu bangga mengenakan pakaian daerah.
Artikel Terkait
KPK Beberkan Modus Bupati Tulungagung Paksa 16 Dinas Setor Rp2,7 Miliar untuk Keperluan Pribadi
Bupati Bone Pastikan 10 Sumur Bor dari Pusat Segera Diresmikan
BMKG Prakirakan Cuaca Bervariasi, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah di Sulsel
Damkar Mamuju Evakuasi Piton 6 Meter yang Memangsa Kambing Warga