“Kalau mereka datang dengan itikad baik, kami sambut. Tapi kalau cuma mau main-main, kami tidak akan terima,” tegasnya.
Tekanan juga datang dari atas. Presiden Donald Trump, lewat pernyataan terpisah, menilai Iran sebenarnya dalam posisi lemah. Menurutnya, pengaruh Tehran hanya bertumpu pada ancaman sementara di Selat Hormuz.
Peran Penting Sang Tuan Rumah
Di tengah ketegangan kedua pihak, Pakistan berusaha jadi penyeimbang. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menegaskan komitmennya sebagai mediator. Ia menyebut momen ini sebagai peluang berharga untuk mencari solusi damai atas konflik yang memanas dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami akan pastikan semua berjalan lancar,” katanya.
Tak cuma kata-kata. Pemerintah Pakistan juga mengerahkan pengamanan ketat di seluruh Islamabad. Setiap sudut diawasi, demi satu tujuan: menciptakan ruang yang aman agar diplomasi punya kesempatan untuk bekerja.
Artikel Terkait
Mentan Proyeksikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam