Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Menariknya, kendaraan politiknya pun berganti. Setelah tercatat sebagai kader PDIP dari 2018, ia kemudian berpindah ke Gerindra untuk mengarungi Pilkada 2024.
Di sisi lain, profilnya sebagai pengusaha toko bangunan tetap melekat. Itu adalah identitas yang membedakannya dari politisi kebanyakan, sekaligus menjadi bukti latar belakangnya di sektor swasta.
Sayangnya, semua narasi panjang itu kini tertutupi oleh satu peristiwa. Sorotan tajam beralih ke sebuah operasi yang digelar KPK pada Jumat, 10 April 2026.
Dalam operasi itu, Gatut diamankan. Tidak sendirian, ada 15 orang lainnya yang juga ikut diamankan. Menurut sejumlah sumber, operasi ini didahului oleh penyelidikan tertutup yang dilakukan KPK di wilayah Jawa Timur.
Kini, perjalanannya yang berliku dari pedagang, aktivis, wakil bupati, hingga bupati terhenti sejenak. Ia harus berhadapan dengan proses hukum yang masih berlangsung. Publik pun menunggu, sambil mengamati setiap perkembangan baru yang muncul ke permukaan.
Artikel Terkait
Lapangan Gaspa Palopo Resmi Dibuka Usai Revitalisasi Senilai Rp 3,5 Miliar
Dua Perempuan Diamankan Polisi Usai Video Penginjakkan Alquran Viral di Lebak
Harga Emas Pegadaian Stabil, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak
Wakil Bupati Bone Lepas Kontingen MTQ, Targetkan Juara Umum di Tingkat Provinsi