Angka korban bencana di Sumatera terus bertambah, dan kabar yang datang kali ini sungguh memilukan. Dari data terbaru yang dirilis BNPB, korban meninggal dunia telah mencapai 1.138 orang. Tak hanya itu, nasib 163 warga lainnya masih gelap, mereka tercatat hilang dan upaya pencarian terus digenjot.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Abdul Muhari, sang Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. Dalam sebuah konferensi pers virtual yang digelar Sabtu lalu, ia menyebutkan angka-angka yang membuat kita semua merinding.
"Korban jiwa meninggal dunia sebanyak 1.138 orang. Kemudian korban hilang masih tercatat 163 jiwa," ucap Muhari.
Meski tim SAR gabungan dari berbagai eleksi masih bersiaga dan terus menyisir lokasi bencana, harapan untuk menemukan korban hidup-hidup di titik-titik tertentu mulai menipis. Setelah melalui evaluasi mendalam, tim di lapangan menyimpulkan bahwa peluang menemukan jasad di kawasan permukiman atau pusat keramaian warga sudah sangat kecil.
"Tim SAR gabungan menyampaikan bahwa kemungkinan masih adanya jasad di lokasi permukiman dan pusat aktivitas warga sangat kecil," jelasnya lagi.
Di sisi lain, dampak sosial dari tragedi ini masih terasa sangat luas. BNPB mencatat, hingga saat ini belum kurang dari 449.846 orang terpaksa harus tinggal di pengungsian. Mereka kehilangan rumah, kehilangan harta benda, dan yang paling menyedihkan, kehilangan orang-orang tercinta. Situasinya benar-benar mengharu biru.
Artikel Terkait
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung, NTT, dan Jabar, Pengamat Sebut sebagai Konsolidasi Politik untuk PSI
DPR: Negara Tak Punya Alasan Abaikan Kesejahteraan Guru, Itu Pelanggaran Konstitusi
Kesejahteraan Dosen Dinilai Memprihatinkan, Anggota DPR Dukung Judicial Review UU Guru dan Dosen di MK
Tiga Pelajar di Sragen Diamankan Polisi Usai Siaran Langsung TikTok Berpocong yang Resahkan Warga