Hanya berselang tiga menit setelah gol Militão, tepatnya di menit 90 1, Vedat Muriqi menjadi pahlawan. Ia menuntaskan sebuah peluang dengan dingin, melepaskan gelegar di seluruh stadion. Gawang Madrid bobol untuk kedua kalinya.
Kali ini, tidak ada waktu lagi untuk membalas. Gol itu sekaligus menjadi pukulan pamungkas yang memastikan kemenangan dramatis 2-1 untuk Mallorca.
Suasana Memanas dan Rotasi Gagal
Laga ini berjalan keras. Wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk meredam ketegangan, dengan pelanggaran keras datang dari kedua sisi. Ancelotti mencoba menyuntikkan energi baru dengan memasukkan Vinícius Júnior dan Arda Güler di babak kedua. Sayangnya, rotasi itu tak membawa perubahan berarti pada skor akhir. Mallorca terlalu solid dan disiplin di menit-menit penutupan.
Pukulan Telak bagi El Real
Kekalahan ini, jujur saja, adalah pukulan telak bagi Madrid. Di tengah persaingan ketat di puncak klasemen, kehilangan tiga poin dari laga seperti ini terasa sangat menyakitkan. Posisi mereka kini jadi tak terlalu nyaman, mengingat rival-rival terdekat bisa memanfaatkan momen ini.
Sebaliknya, bagi Mallorca, tiga poin ini adalah harta karun. Bukan cuma angka, tapi juga suntikan mental yang luar biasa untuk menjauhi jerat degradasi. Semangat juang mereka malam itu layak diacungi jempol.
Pada akhirnya, malam ini adalah pengingat keras. Di LaLiga, tidak ada yang namanya laga mudah. Setiap tim bisa jatuh di hari yang salah. Madrid jelas harus segera berbenah. Sedangkan Mallorca, mereka boleh bermimpi lebih tinggi setelah menaklukkan salah satu raksasa Eropa.
Artikel Terkait
Tokoh Madura Islah Bahrawi: Teror Aktivis Tamparan Keras bagi Demokrasi
Mentan Amran Beri Bantuan Langsung Rp20 Juta ke Pedagang Kerupuk di Bone
JK Bantah Tudingan Danai Upaya Persoalkan Ijazah Jokowi, Akan Laporkan ke Bareskrim
Presiden Prabowo Kecam Serangan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur