Ia melanjutkan, mekanisme sumbernya adalah sesar naik, yang berasal dari subduksi Laut Maluku ke bawah Sulawesi Utara, tepatnya di area Punggungan Mayu.
“Sesar naik seperti ini potensi picu tsunaminya jauh lebih tinggi ketimbang sesar mendatar. Makanya, kami langsung bergerak cepat mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah-wilayah yang berisiko,” tuturnya.
Dengan kedalaman yang dangkal dan mekanisme sesar naik, kombinasi itulah yang membuat gempa Bitung punya dampak yang signifikan. Untungnya, seiring waktu, aktivitas bumi di sana perlahan-lahan mulai tenang.
Artikel Terkait
Lima Oknum TNI Hadapi Proses Hukum Internal Terkait Pengeroyokan di Kafe Toraja
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Pemkab Bone Gandeng Askrindo Perkuat Perlindungan dan Pembiayaan UMKM
Al-Nassr Hajar Al Najma 5-2, Ronaldo dan Mane Cetak Gol