JAKARTA – Gempa dahsyat berkekuatan M7,6 yang mengguncang Bitung, Sulawesi Utara, masih terus diikuti rangkaian gempa susulan. Data terbaru dari BMKG mencatat, sudah 544 kali gempa susulan terjadi pasca peristiwa utama pada Kamis lalu. Meski jumlahnya terkesan besar, trennya justru mulai menunjukkan penurunan.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan situasi terkini. “Sampai Sabtu sore, 3 April 2026, tercatat 544 gempa susulan. Yang terkuat M5,8 dan yang paling kecil M1,7. Dari semua itu, sekitar 20 kali gempa benar-benar dirasakan masyarakat. Saat ini, tren kegempaannya memang mulai mereda,” ujarnya.
Menurut Rahmat, gempa utama yang memicu kepanikan itu masuk dalam kategori megathrust. Guncangannya bahkan sempat memicu peringatan tsunami di sejumlah pesisir Sulut.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung. Yang bikin was-was, kedalamannya cuma 33 kilometer tergolong sangat dangkal. “Kedalaman segitu kan dangkal. Kategori megathrust itu biasanya sampai kedalaman sekitar 30-an kilometer. Jadi ini memang dangkal, pusatnya di laut, dan termasuk gempa megathrust,” papar Rahmat.
Artikel Terkait
Lima Oknum TNI Hadapi Proses Hukum Internal Terkait Pengeroyokan di Kafe Toraja
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Pemkab Bone Gandeng Askrindo Perkuat Perlindungan dan Pembiayaan UMKM
Al-Nassr Hajar Al Najma 5-2, Ronaldo dan Mane Cetak Gol