Bayi Lahir Sungsang di Ambulans, Diselamatkan Petugas Pos Pengamanan Tol

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:18 WIB
Bayi Lahir Sungsang di Ambulans, Diselamatkan Petugas Pos Pengamanan Tol

Rabu pagi (31/12) di Exit Tol Parungkuda, suasana Pos Pengamanan Terpadu Nataru yang biasanya fokus pada arus kendaraan tiba-tiba berubah. Sebuah ambulans desa berhenti mendadak. Sopirnya terlihat panik, mencari bidan. Rupanya, di dalam kendaraan itu, seorang ibu muda tengah berjuang melahirkan.

Ibu itu adalah Siti Saidah, 21 tahun, warga Desa Wangunjaya. Ia sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju RSUD Sekarwangi Cibadak. Tapi, rupanya sang bayi tak mau menunggu lebih lama. Proses persalinan berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan, memaksa kelahiran terjadi di dalam ambulans yang melintas.

Bidan Selly Silvani, yang sedang bertugas di pos itu, langsung bergerak begitu dipanggil. Saat dia menghampiri ambulans, situasinya sudah kritis. Bayinya lahir sungsang, dengan kaki lebih dulu keluar.

“Di dalam mobil sudah ada dua orang yang lagi menolong pasien, karena posisi pasien itu letak sungsang, jadi lahir cepat, jadi lahir di jalan,”

ujar Selly menceritakan kejadian sekitar pukul 08.30 WIB itu.

Meski kondisinya mendesak, prosesnya berjalan lancar. Yang melegakan, begitu lahir, bayi laki-laki itu langsung menangis. Suara tangisan itu seperti melepas semua ketegangan di lokasi. Karena persalinan sudah selesai dan kondisi ibu-bayi stabil, mereka akhirnya dibawa pulang ke Puskesmas Ciambar untuk penanganan lebih lanjut.

AKP Erman, Kapos Pam Terpadu di lokasi, menggambarkan kesigapan timnya. Begitu ambulans tiba dan diketahui ada ibu yang hendak melahirkan, semua personel langsung bergerak.

“Kondisi ibu sudah memasuki pembukaan lengkap, sehingga proses persalinan harus segera dilakukan. Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar dan bayi laki-laki lahir dengan selamat,”

kata Erman.

Dia menambahkan, setelah semuanya stabil, barulah ibu dan anak dibawa ke puskesmas. Sebuah intervensi yang tepat waktu, berhasil mengubah sebuah keadaan darurat menjadi momen bahagia.

Kejadian ini pun mendapat perhatian dari pimpinan. Melalui Kasi Humas Polres Sukabumi, IPTU Aah Saepul Rohman, Kapolres AKBP Samian menyampaikan apresiasinya. Bagi mereka, ini adalah bukti nyata bahwa pelayanan kepolisian harus selalu humanis.

“Apa yang dilakukan personel Pos Pam Terpadu Exit Tol Parungkuda merupakan wujud nyata pelayanan Polri yang humanis dan responsif. Di tengah pelaksanaan pengamanan, anggota tetap mengedepankan nilai kemanusiaan,”

tegas Aah.

Intinya, pos pengamanan itu bukan cuma untuk mengatur lalu lintas. Di saat yang dibutuhkan, ia berubah menjadi garda terdepan pertolongan bagi warga. Seperti yang terbukti pada Rabu pagi terakhir di tahun itu, ketika sebuah kelahiran mendadak berhasil ditangani dengan cepat dan penuh empati.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar