Harga Kedelai Impor Melonjak, Perajin Tempe Jember Pangkas Produksi dan Tenaga Kerja

- Kamis, 02 April 2026 | 03:00 WIB
Harga Kedelai Impor Melonjak, Perajin Tempe Jember Pangkas Produksi dan Tenaga Kerja

Tak cuma soal bahan baku, pendapatan yang menipis memaksanya mengurangi jumlah tenaga kerja. Pilihan-pilihan sulit demi menjaga agar usahanya tetap bernapas.

Namun begitu, ada satu hal yang menarik. Meski biaya operasional membumbung, para perajin di kawasan Tegal Besar ini sepakat untuk tidak menaikkan harga jual tempe. Harganya tetap bertengger di Rp5.000 per biji. Mereka takut kehilangan pelanggan setia jika harganya dinaikkan begitu saja.

Lalu bagaimana cara mereka bertahan? Strateginya adalah dengan menyesuaikan takaran. Ukuran tempe sedikit dikurangi, sehingga margin keuntungan yang didapat meski tipis masih bisa menyelamatkan usaha. Sebuah kompromi yang terpaksa dilakukan antara mempertahankan harga di tingkat konsumen dan menjaga kelangsungan hidup bisnis skala rumahan.

Jadi, meski tempe di pasaran masih terlihat sama dan harganya tak berubah, di balik layar, para perajin seperti Maryono sedang berjuang keras menahan beban. Mereka berharap gejolak harga ini segera mereda, sebelum pilihan yang tersisa semakin menyempit.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar