Prosesnya sendiri sudah dimulai. Tahap awal adalah penandatanganan pakta integritas, yang digelar Selasa lalu di Aula Rupatama Polda NTT. Ini semacam komitmen bersama untuk memulai proses seleksi yang bersih dari hulu.
Kabid Hukum Polda NTT, Kombes Pol Anton Ch Nugroho, menegaskan hal ini.
“Melalui proses ini, kita menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik KKN, intervensi maupun manipulasi dalam seluruh tahapan seleksi,” ujarnya.
Dia menambahkan, seluruh proses akan dijalankan dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis atau BeTAH. Rangkaian tesnya panjang, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga sidang terbuka kelulusan akhir.
Menurut sejumlah saksi, Polda NTT juga melibatkan banyak pihak eksternal sebagai pengawas independen. Mereka mengajak organisasi jurnalis, IDI, Dispora, LLDIKTI, sampai Badan Meteorologi. Tujuannya satu: transparansi.
Selain pengawasan dari luar, pengawasan internal juga diperketat oleh Itwasda dan Bidang Propam. Langkah ganda ini diharapkan bisa memastikan rekrutmen berjalan mulus, adil, dan benar-benar bebas dari kecurangan. Semoga saja.
Artikel Terkait
TNI Berikan Santunan Lebih dari Rp1,8 Miliar untuk Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
Mulai 2026, WFH ASN Diiringi Aturan Respons 5 Menit dan Pelacakan Lokasi
Harga Kedelai Impor Melonjak, Perajin Tempe Jember Pangkas Produksi dan Tenaga Kerja
Tiga Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pria di Sukabumi Diringkus di Banten