Gempa kuat mengguncang perairan Bitung pagi ini, Kamis (06.48 Wita). Getarannya terasa sangat jelas hingga ke Kota Manado. Menanggapi hal ini, BMKG Stasiun Geofisika Manado langsung mengeluarkan peringatan potensi tsunami untuk sejumlah wilayah.
Koordinator Bidang Data dan Informasi, Muhammad Zulkifli, menjelaskan ada tujuh daerah yang masuk dalam status siaga. Di Maluku Utara, wilayah yang perlu waspada adalah Ternate, Halmahera, dan Tidore.
“Daerah-daerah di Provinsi Maluku Utara berpotensi siaga tsunami, yaitu Ternate, Halmahera, dan Tidore,” kata Zulkifli dari Manado.
Sementara itu, di Provinsi Sulawesi Utara, status siaga berlaku untuk Kota Bitung, bagian selatan Kabupaten Minahasa, wilayah selatan Minahasa Selatan, serta area selatan Minahasa Utara. Tidak hanya itu, beberapa daerah lain juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Kepulauan Sangihe, bagian utara Minahasa Utara, dan wilayah selatan Bolaang Mongondow masuk dalam kategori waspada tsunami.
Di tengah situasi yang mencemaskan ini, Zulkifli mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Dia secara khusus meminta publik untuk tidak mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas atau tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegasnya.
Imbauan praktis juga disampaikan. Warga yang merasakan guncangan disarankan untuk menjauhi bangunan yang tampak retak atau rusak. Sebelum kembali masuk ke dalam rumah, ada baiknya memeriksa kondisi struktur bangunan terlebih dahulu.
“Periksalah dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pesannya.
Yang tak kalah penting, dia berharap masyarakat hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG. Informasi tersebut disebarluaskan melalui kanal komunikasi resmi yang sudah terverifikasi, untuk menghindari kesimpangsiuran data.
Gempa yang memicu peringatan ini tercatat berkekuatan magnitudo 7,6. Episenter gempa berada di perairan Bitung, yang melintasi wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Artikel Terkait
Gard Revolusi Iran Serang Pangkalan Militer AS sebagai Balasan atas Agresi di Bandar Abbas
Dewan Ekonomi Jerman Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Jadi 0,5 Persen, Daya Saing Industri Terancam
Kebakaran Asrama Sekolah Putri di Kenya Tewaskan 16 Siswi, Puluhan Lainnya Luka-Luka
Ketua KPK Peringatkan Jajarannya agar Tak Lakukan Kesalahan Fatal dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru