Di Rujab Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat lalu, suasana terasa hangat meski pembicaraannya serius. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menerima kunjungan Peter M. Haymond, Pejabat Kuasa Usaha Ad Interim dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Christopher Green, sang Konsul Jenderal, juga hadir mendampingi.
Pertemuan itu tak cuma soal basa-basi diplomatik. Andi Sudirman langsung menekankan satu hal: perdamaian dunia. Baginya, itu bukan sekadar wacana.
“Perdamaian adalah solusi bagi semua negara. Dengan situasi yang damai, pembangunan dapat berjalan optimal dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” tegasnya.
Menurut gubernur, tanpa fondasi damai, mustahil sebuah bangsa bisa maju. Pembicaraan kemudian mengerucut pada program-program yang sedang digeber di Sulsel. Infrastruktur, pendidikan, hingga yang paling krusial: pemenuhan gizi anak. Semua dianggap punya kaitan erat dengan stabilitas.
Di sisi lain, posisi strategis Sulsel sebagai hub logistik Indonesia Timur jadi poin penting. Andi Sudirman menjelaskan, wilayahnya jadi penghubung vital antara barat dan timur.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Menteri Keuangan Setuju Efisiensi Program Makan Bergizi, Kualitas Dijamin Tak Turun
Menteri Keuangan Soroti Vendor Lelet dan Kerumitan Bermuatan Bisnis di Sistem Coretax
Kuasa Hukum Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas Soal Tahanan Rumah Yaqut