“Kami juga punya program penguatan konektivitas antarwilayah melalui program transportasi publik Bus Trans Sulsel yang saat ini telah beroperasi di kawasan Mamminasata,” tambahnya, merinci upaya konkretnya.
Nah, soal kerja sama, pemerintah provinsi membuka peluang lebar-lebar. Khususnya dengan Amerika Serikat. Bidang pendidikan dan riset jadi prioritas kolaborasi. Tujuannya jelas: menciptakan SDM yang nggak cuma unggul, tapi juga siap bersaing di panggung global.
Menariknya, pihak AS tak cuma melihat dari sudut ekonomi. Mereka ternyata tertarik dengan kekayaan budaya dan pariwisata Sulsel. Bahkan, ada minat untuk mempelajari bahasa lokal seperti Makassar dan Bugis.
Destinasi seperti Rammang-Rammang di Maros, yang sudah masuk UNESCO Global Geopark, juga jadi bahan pembicaraan. Selain itu, peluang investasi dibahas cukup mendalam. Mulai dari agroindustri, hilirisasi pangan, sampai energi hijau dan pengembangan infrastruktur logistik. Semua sektor prioritas itu sepertinya mendapat sambutan positif.
Pertemuan itu akhirnya ditutup dengan nada optimis. Kedua pihak sepakat bahwa dialog semacam ini perlu terus dijaga. Bukan cuma untuk kepentingan bilateral, tapi juga untuk kontribusi yang lebih luas.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Menteri Keuangan Setuju Efisiensi Program Makan Bergizi, Kualitas Dijamin Tak Turun
Menteri Keuangan Soroti Vendor Lelet dan Kerumitan Bermuatan Bisnis di Sistem Coretax
Kuasa Hukum Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas Soal Tahanan Rumah Yaqut