Di sisi lain, sistem daring dinilai gagal menyentuh aspek pendidikan yang lebih lunak tapi krusial. Misalnya soal pembentukan karakter.
“Sistem daring sulit menerapkan pelajaran pada aspek afektif seperti kepribadian, sikap, dan karakter,” katanya.
Tak hanya itu, kesehatan mental dan fisik siswa pun ikut menjadi taruhannya.
Dorongan Mencari Jalan Lain
Esti menegaskan, pemerintah harus mencari opsi lain. Tekanan ekonomi global dan isu kenaikan harga energi, menurutnya, tidak lantas bisa dijawab dengan mengorbankan kualitas belajar-mengajar.
“Pasti masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkinan naiknya harga minyak karena kondisi global dunia,” tegasnya.
Ia mendorong agar pemerintah lebih jeli melihat dampak jangka panjang. Solusi penghematan, tutur Esti, jangan sampai malah memundurkan proses belajar anak-anak Indonesia yang baru saja mencoba bangkit.
Artikel Terkait
Foto Viral Pengisian Jerigen Solar Subsidi di SPBU Sinjai Picut Kecaman Warga
Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Pendatang Pascalebaran
Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Bogor, Tak Ada Laporan Kerusakan
Verdonk Picu Ketegangan dengan Greenwood, Lille Menang atas Marseille