Hanya empat menit berselang, ia menggandakan keunggulan. Kali ini dengan sundulan tajam, setelah ia lolos dari kawalan ketat bek lawan. Dua gol kilat itu seperti pukulan telak bagi Arsenal.
Upaya Arsenal yang Mentok
Di sisi lain, Arsenal jelas tak menyerah. Mikel Arteta memasukkan Gabriel Jesus dan Martinelli untuk menambah daya serang. Mereka mencoba mengejar ketinggalan, menekan pertahanan City.
Tapi upaya mereka mentok. Pertahanan City terlalu rapat dan terorganisir. Setiap serangan dibuyarkan dengan efisien.
Statistik pertandingan pun bicara. City tampil jauh lebih efektif. Mereka menciptakan peluang dengan kualitas lebih baik, yang tercermin dari angka expected goals (xG) 1.60. Sementara Arsenal hanya mencatat 0.64.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor 2-0 untuk City bertahan. Trofi Carabao Cup kembali mereka raih, sebuah pengingat akan dominasi mereka di kancah domestik. Bagi Arsenal, malam ini hanya ada kekecewaan di bawah lampu terang Wembley.
Artikel Terkait
Tiga Mayjen Ditunjuk Pimpin Kodam dalam Mutasi TNI Maret 2026
Athletic Club Kalahkan Real Betis 2-1, Kokoh di Papan Atas La Liga
Desakan Kuat untuk Dewas KPK Periksa Pimpinan Soal Tahanan Rumah Gus Yaqut
Lonjakan 16% Penumpang Kereta di Jawa Tengah Saat Lebaran 2026