Puskesmas Pulorejo jadi tempat pertama mereka dibawa. Tapi luka-luka itu terlalu parah. Akhirnya, ketiganya dirujuk ke RSUD Jombang untuk perawatan intensif.
Ledakan itu tak hanya menyasar tubuh anak-anak. Kekuatannya merusak bagian teras rumah. Plafon jebol, lantai keramik pecah berantakan, kaca jendela berserakan. Pemandangan yang kontras dengan suasana seharusnya menjelang hari raya.
Polisi pun bergegas. Garis polisi dipasang, TKP diolah. Dari lokasi, mereka mengamankan barang bukti: sepuluh klongsongan petasan yang sudah meledak. Semuanya diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Di tengah investigasi, pihak kepolisian tak lupa mengingatkan. Imbauannya jelas, terutama di momen seperti ini.
"Kami mengimbau masyarakat agar menjaga putra-putrinya, jangan sampai bermain petasan agar dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan lancar," ujar Kapolsek Susilo.
Sebuah peringatan yang datang setelah musibah. Sayangnya.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Derby Rhein Berakhir 3-3, Köln Bertahan dengan 10 Pemain