“Mekanisme cadangan itu bersifat dinamis, ketika berkurang akan segera diisi kembali,” tambah Prasetyo.
Meski pasokan diklaim terjaga, situasi dunia yang tidak menentu ini justru dijadikan momentum. Momentum untuk belajar berhemat. “Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih mengefisienkan penggunaan anggaran,” ucapnya. Presiden menginginkan pemerintah jadi contoh teladan dalam hal ini.
Efisiensi anggaran dan operasional menjadi kata kuncinya. Prasetyo menegaskan, arahan Presiden harus dimaknai sebagai sebuah dorongan kolektif.
“Imbauan Bapak Presiden harus dimaknai sebagai dorongan bagi kita semua, dimulai dari pemerintah, kementerian, dan lembaga,” pungkasnya.
Langkah konkretnya bisa beragam. Misalnya, dengan mendorong migrasi ke transportasi publik atau membatasi pemakaian kendaraan dinas. Semuanya masih dalam kajian. Tapi yang jelas, gelombang efisiensi sepertinya akan segera menyentuh jantung birokrasi.
Artikel Terkait
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75% untuk Antisipasi Dampak Gejolak Global
Mentan Amran Borong Takjil Pedagang di Bone, Bagikan Gratis ke Warga
Pemerintah Imbau Open House Lebaran Dilaksanakan Secara Sederhana
Remaja Tewas, Dua Luka Berat dalam Tabrakan Motor di Pandeglang