Di sisi lain, ada satu poin krusial yang tak boleh dilupakan: pelayanan publik. Bey menegaskan, efisiensi jangan sampai mengorbankan kualitas layanan pada masyarakat. Sistem kerja harus tetap optimal, meski para ASN bekerja dari rumah. Ini tantangan tersendiri.
Faktanya, tak semua instansi bisa begitu saja beralih ke WFH. Pemerintah perlu pilah-pilih. Kementerian dan lembaga mana yang memang memungkinkan? Dengan jumlah aparatur sipil negara yang sangat besar, penerapannya harus selektif. Tujuannya jelas, agar kebijakan ini tetap efektif dan tidak justru menimbulkan masalah baru.
Jadi, intinya sederhana. WFH boleh saja diwacanakan sebagai solusi penghematan, tapi persiapannya wajib matang. Dari desain, perhitungan, hingga dampaknya pada layanan publik semuanya perlu dipetakan dengan rapi.
Artikel Terkait
Mentan Amran Borong Takjil Pedagang di Bone, Bagikan Gratis ke Warga
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR
Pemerintah Imbau Open House Lebaran Dilaksanakan Secara Sederhana
Remaja Tewas, Dua Luka Berat dalam Tabrakan Motor di Pandeglang