Dari penelusuran yang lebih luas, polisi berhasil memetakan rute lengkap pelaku. Pergerakan mereka ternyata bermula dari Jakarta Selatan. Lalu, berkumpul di sekitar Stasiun Gambir sebelum akhirnya meluncur melalui Jalan Juanda, Medan Merdeka Barat, dan mengitari Monas.
"Jadi alurnya mengitari Monas menuju Tugu Tani. Sempat berputar dulu ke Medan Merdeka Timur, baru kemudian menuju kantor YLBHI," kata Iman, menggambarkan rute yang terlihat rumit dan terencana.
Pelaku Kabur ke Berbagai Wilayah
Usai aksi keji itu, keempatnya langsung kabur. Mereka berpencar dengan rute yang berbeda-beda, tetap menggunakan dua sepeda motor.
Dua pelaku pertama disebut melawan arus dari Salemba menuju Senen. Lalu, mereka meneruskan pelarian lewat Kramat Raya, ke Tugu Tani dan Stasiun Gondangdia, sebelum akhirnya menghilang ke arah Jakarta Selatan.
Sementara itu, dua pelaku lainnya mengambil jalur lain: menuju Pramuka Sari, lalu ke Matraman dan Jatinegara via Jalan Otto Iskandar Dinata. Yang menarik, salah satu dari mereka diduga sempat ganti baju di tengah jalan, mungkin untuk mengelabui.
"Dari analisis jaringan komunikasi, para pelaku kemudian berpencar lagi ke Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor," tambah Iman.
Pelarian yang terpecah-pecah dan terkoordinasi ini, tentu saja, membuat penyelidikan semakin rumit. Tapi, bagi penyidik, setiap detil dari rekaman tadi adalah petunjuk berharga.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain untuk Persiapan ASEAN Championship 2026
Pemerintah Gandeng Ansor Jateng Garap Program Brigade Pangan
Gua Andulan di Luwu: Situs Pemakaman Adat yang Menyimpan Sejarah dan Tantangan
Bank Sulselbar Siapkan 36 ATM di Bone untuk Arus Mudik Lebaran