Polda Telusuri 86 CCTV untuk Ungkap Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

- Senin, 16 Maret 2026 | 16:00 WIB
Polda Telusuri 86 CCTV untuk Ungkap Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Dari penelusuran yang lebih luas, polisi berhasil memetakan rute lengkap pelaku. Pergerakan mereka ternyata bermula dari Jakarta Selatan. Lalu, berkumpul di sekitar Stasiun Gambir sebelum akhirnya meluncur melalui Jalan Juanda, Medan Merdeka Barat, dan mengitari Monas.

"Jadi alurnya mengitari Monas menuju Tugu Tani. Sempat berputar dulu ke Medan Merdeka Timur, baru kemudian menuju kantor YLBHI," kata Iman, menggambarkan rute yang terlihat rumit dan terencana.

Pelaku Kabur ke Berbagai Wilayah

Usai aksi keji itu, keempatnya langsung kabur. Mereka berpencar dengan rute yang berbeda-beda, tetap menggunakan dua sepeda motor.

Dua pelaku pertama disebut melawan arus dari Salemba menuju Senen. Lalu, mereka meneruskan pelarian lewat Kramat Raya, ke Tugu Tani dan Stasiun Gondangdia, sebelum akhirnya menghilang ke arah Jakarta Selatan.

Sementara itu, dua pelaku lainnya mengambil jalur lain: menuju Pramuka Sari, lalu ke Matraman dan Jatinegara via Jalan Otto Iskandar Dinata. Yang menarik, salah satu dari mereka diduga sempat ganti baju di tengah jalan, mungkin untuk mengelabui.

"Dari analisis jaringan komunikasi, para pelaku kemudian berpencar lagi ke Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor," tambah Iman.

Pelarian yang terpecah-pecah dan terkoordinasi ini, tentu saja, membuat penyelidikan semakin rumit. Tapi, bagi penyidik, setiap detil dari rekaman tadi adalah petunjuk berharga.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar