“Karena memang sekarang kan serangan-serangan ke pemerintah lagi banyak. Sehingga masyarakat harus bijak. Dan yang terpenting, aparat keamanan harus cari pelaku secepatnya. Kita tetap dukung dan berada di sisi korban,” pungkasnya.
Kronologi penyiraman air keras
Lalu, bagaimana sebenarnya kejadian malam itu? Semua berlangsung cepat dan mencekam. Pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie sedang mengendarai motornya di kawasan Jalan Talang, Jakarta Pusat. Ia baru saja melintas dari arah Salemba I.
Tiba-tiba, dari arah berlawanan, dua orang berboncengan dengan motor matik mendekat. Kendaraan mereka diduga kuat adalah Honda Beat keluaran 2016–2021. Tanpa banyak basa-basi, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan kimia ke arah Andrie.
Korban pun berteriak kesakitan. Motornya oleng dan jatuh di tempat kejadian. Saat ini, kondisi Andrie masih memprihatinkan. Ia menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dari keterangan tim dokter, sekitar 24 persen tubuhnya mengalami luka bakar akibat siraman air keras itu.
Luka-luka serius tersebar di beberapa bagian tubuhnya. Tangan kanan dan kirinya, wajah, dada, dan yang paling mengkhawatirkan adalah area sekitar matanya. Satu hal yang pasti: serangan ini meninggalkan bekas yang dalam, bukan hanya secara fisik.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Makassar Mendung Sepanjang Hari, Waspada Hujan Ringan Dini Hari
Wakapolri: Sosialisasi Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026 Diberikan 2-3 Jam Sebelum Diterapkan
Warga Makassar Buka Puasa Pukul 18.19 WITA Hari Ini
KPK Dalami Dugaan Permintaan THR Terkait Proyek dalam OTT Bupati Cilacap