Namun begitu, situasi berubah drastis. Tanpa ada yang menduga, salah satu pelaku tiba-tiba menghunus senjata tajam. Serangan itu terjadi begitu cepat dan ganas. Usai membacok, kedua pria itu langsung kabur, menghilang di keramaian.
Saksi kunci, pemilik kontrakan bernama Siti Hajar, mengaku sempat bertemu dengan kedua pria tersebut.
"Orang itu datang katanya mau menemui bos nanyai mana kosnya. Terus ketok-ketok pintu. Saya pikir baik orangnya terus saya tinggal bakar sampah," kenang Siti.
Ia sama sekali tak menduga percakapan singkat itu adalah pertanda petaka.
Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak cepat. Mereka melakukan olah TKP, mengamankan bukti, dan memeriksa para saksi satu per satu. Jenazah Ahmad Fajar Haris kemudian dibawa ke RSUD Menggala untuk menjalani autopsi. Investigasi masih terus berlanjut untuk mengungkap motif di balik pembunuhan keji ini.
Artikel Terkait
Kemlu Tegaskan Arab Saudi Belum Umumkan Perubahan Haji 2026
SulawesiPos Gelar Buka Puasa Bersama dan Dialog dengan Dewan Pembaca di Makassar
Fatih Karagümrük Kalahkan Fenerbahçe 2-0 dalam Kejutan Süper Lig
Presiden Prabowo Minta Pejabat Tak Gelar Open House Mewah Menjelang Lebaran 2026