Namun begitu, di balik semua kemudahan itu, Dudy Purwagandhi kembali menegaskan satu hal. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama. Apalagi mengingat proyeksi peningkatan jumlah penumpang tahun ini cukup signifikan.
“Untuk kesekian kalinya saya menegaskan, tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama dan tidak dapat ditawar,” tegasnya dengan nada serius.
Ditekankannya, seluruh pihak harus ambil langkah antisipatif. Mulai dari memastikan kelaiklautan kapal, pemeriksaan perlengkapan keselamatan, sampai kompetensi awak kapal. Semua harus dicek ulang.
Selain kapal, kesiapan sarana pelabuhan juga harus ditingkatkan. Terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, hingga sistem informasi untuk masyarakat semuanya harus berfungsi baik dan mudah diakses.
Operasional juga perlu dijaga kelancarannya. Caranya? Dengan pengaturan jadwal yang disiplin, menambah kapasitas jika diperlukan, dan mengoptimalkan manajemen lalu lintas kapal. Koordinasi antara pemerintah, operator, dan pemangku kepentingan lain pun harus diperkuat. Tanpa kolaborasi, kerja bakti semacam ini bisa kacau.
Menhub juga berpesan soal pelayanan. Harus humanis dan inklusif, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak. Pelayanan yang ramah sering kali jadi penentu kepuasan penumpang.
Terakhir, ia mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas. Ini pesan penting.
“Kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh integritas seluruh jajaran Kementerian Perhubungan. Tanpa integritas, kerja-kerja teknis yang baik sekalipun dapat kehilangan maknanya,” imbuhnya menutup rapat.
Artikel Terkait
Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk yang Berhenti di Jalan Wates-Purworejo
Pemerintah Pastikan Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Masih Aman
Saksi Ungkap Harga Chromebook di Bawah Pasar, Kerugian Negara Dipertanyakan
IAEA: Iran Belum Miliki Program Senjata Nuklir, Namun Pengayaan Uranium Capai Level Mengkhawatirkan