Jakarta - Menyambut Ramadan dan Idulfitri tahun ini, warga Jakarta kemungkinan besar bakal menikmati layanan Transjakarta secara gratis. Yap, rencananya PT Transportasi Jakarta akan membebaskan tarif untuk beberapa hari di momen spesial tersebut. Atau, kalau pun ada biaya, cuma simbolis Rp 1 saja. Ini bukan kali pertama, sih. Kebijakan serupa sudah beberapa kali diterapkan saat hari besar keagamaan.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, bilang langkah ini bagian dari komitmen Pemprov DKI buat bikin transportasi umum makin terjangkau, terutama saat hari raya.
"Jadi tinggal tunggu pengumuman resminya saja, nanti berapa hari dan tanggal berapa. Gubernur sudah sampaikan, bahkan diulang di beberapa 'doorstop', bahwa akan digratiskan,"
kata Welfizon, seperti dikutip dari Antara.
Menurutnya, pola ini sudah berjalan. "Mulai akhir tahun lalu, ada Natal, terus Imlek, lalu menyambut Ramadan. Festival Ramadan kemarin juga, dan nanti Lebaran termasuk Nyepi," ujar dia menjelaskan.
Masih Nunggu Izin dari Dishub
Namun begitu, wacana itu belum final. Transjakarta sendiri masih menunggu kepastian dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Soal tanggal tepatnya kapan dimulai, itu wewenang Dishub.
"Kita masih menunggu Surat Keterangan dari Kepala Dinas. Tanggalnya kita ikutin. Nanti akan ada SK-nya. Apakah nanti tanggal 1 Syawal atau tanggal 1 dan 2, kita lihat saja," jelas Welfizon.
Kenapa Harus Rp 1? Ini Alasannya
Nah, buat yang penasaran kenapa kadang disebut 'gratis' tapi kadang ada tarif Rp 1, Welfizon punya penjelasan teknis. Ternyata, itu urusan sistem digitalnya.
"Di sistem Transjakarta, MRT, dan yang lain, nilai 0 itu harus ada nominalnya. Makanya jadinya Rp 1. Sebenarnya hampir sama dengan gratis, tapi secara teknologi harus ada proses transfer rupiah dari kartu. Jadilah dikonversi dari 0 jadi Rp 1,"
paparnya.
Jaringan Transjakarta Sekarang Makin Besar
Di sisi lain, layanan Transjakarta sendiri sekarang makin luas jangkauannya. Bayangkan saja, ada 14 koridor Bus Rapid Transit (BRT) utama yang beroperasi nonstop 24 jam. Belum lagi layanan pendukungnya, mulai dari angkutan feeder, Mikrotrans, Royaltrans yang premium, sampai layanan khusus untuk disabilitas dan bus wisata.
Dengan segala layanan itu, jaringan Transjakarta diklaim sudah menjangkau sekitar 91,7 persen wilayah DKI. Angka yang nggak main-main, menjadikannya salah satu tulang punggung transportasi publik di ibu kota.
Jadi, tinggal tunggu pengumuman resmi dari Dishub saja. Kalau sudah keluar SK-nya, warga bisa langsung memanfaatkan kebijakan ini untuk mudik atau silaturahmi di dalam kota.
Artikel Terkait
Kecelakaan Beruntun di Probolinggo Tewaskan Satu Keluarga dari Blitar
Buku Biografi Kebijakan Kikiek Kupas Kapolri Listyo Sigit Lewat Keputusan Genting
Iran Siap Kerahkan Semua Kemampuan Hadapi Ancaman AS di Selat Hormuz
PDIP Tak Terusik Klaim JK Soal Peran Besar Antar Jokowi ke Kursi Presiden