Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Alokasikan Anggaran Khusus Kesehatan Jiwa Anak

- Kamis, 05 Maret 2026 | 15:55 WIB
Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Alokasikan Anggaran Khusus Kesehatan Jiwa Anak

Di ruang rapat Kemenko PMK, Jakarta, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyuarakan keprihatinan yang mendesak. Isu kesehatan jiwa anak dan remaja, menurutnya, harus jadi perhatian serius pemerintah daerah. Tanpa dukungan nyata dari tingkat lokal, upaya penanganannya bakal mentok di tengah jalan. Itu sebabnya, Tito menekankan, kepala daerah wajib mengalokasikan anggaran khusus dalam APBD mereka untuk program ini.

"Jadi, kalau ingin kita membuat itu diprogramkan, maka harus dialokasikan uangnya pada saat perencanaan APBD," tegas Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).

Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada kelompok usia muda. Forum yang digelar di Kantor Kemenko PMK itu memang menghadirkan sejumlah menteri kunci.

Tito bukan tidak paham soal kesenjangan. Kemampuan fiskal tiap daerah, ia akui, sangat beragam. Nah, bagi daerah yang terbatas dananya, intervensi dari pemerintah pusat mutlak diperlukan. Tapi bukan cuma soal uang. Ada hal lain yang ia anggap penting: pemahaman.

"Nanti kita akan mengundang, supaya mereka (kepala daerah) wajib hadir," kata Tito.

Rencananya, akan diadakan pertemuan virtual khusus dengan para bupati dan walikota. Tujuannya jelas: memberi pemahaman mendalam agar dukungan yang mereka berikan nanti benar-benar optimal. Karena komitmen tanpa paham esensi masalah, hasilnya bisa setengah-setengah.

Kemendagri sendiri bakal turun tangan mengawal. Mereka berjanji memastikan isu ini masuk dalam dokumen anggaran daerah. Tak hanya itu, surat edaran yang menjelaskan peran pemda dalam merespons isu kesehatan jiwa anak dan remaja juga akan segera terbit. Penjelasan teknisnya nanti akan melibatkan kementerian dan lembaga terkait.

"Katakanlah Kementerian PPPA mungkin, atau Kementerian Kesehatan, atau Menko, Menko PMK. Apa yang harus mereka lakukan? Karena semua harus rigid programnya apa yang harus mereka lakukan," ucap Tito menjelaskan.

Namun begitu, Tito punya ide lain untuk mendorong semangat daerah. Ia mengusulkan mekanisme penghargaan dan insentif bagi daerah yang sukses menjalankan program ini dengan baik. Langkah semacam ini, harapannya, bisa memacu pemda lain untuk lebih serius. Karena reward, seringkali, jadi pendorong yang efektif.

Rapat penting itu dihadiri sederet nama besar. Mulai dari Menko PMK Pratikno, Menag Nasaruddin Umar, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, hingga Menkes Budi Gunadi Sadikin. Juga hadir Mensos Saifullah Yusuf, Menkominfo Meutya Hafid, serta sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya.

Sebagai penutup, sembilan menteri yang hadir bersama-sama membubuhkan tanda tangan di Surat Keputusan Bersama tentang Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja. Sebuah komitmen kolektif yang, kita harap, tak berhenti di atas kertas belaka.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar