Trimitra Propertindo (LAND), VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), dan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) juga catatkan penguatan yang impresif, masing-masing di atas 13 persen. Saham-saham ini jadi penyumbang semangat di pasar siang itu.
Rupiah Justru Lesu
Namun begitu, cerita sedikit berbeda di pasar valas. Sementara saham meroket, rupiah justru melemah tipis terhadap dolar AS pada perdagangan siang. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang kita melemah 4 poin (0,02%) menjadi Rp16.896 per dolar AS. Pelemahannya memang tidak banyak, tapi cukup jadi catatan.
Asia Ikut Panas
Penguatan IHSG ternyata sejalan dengan tren regional. Bursa-bursa utama di Asia kompak menguat pada siang hari itu. Jepang, misalnya, dengan indeks Nikkei 225-nya melonjak hingga 2,43 persen. Gila juga, ya.
Hong Kong dan China juga tidak ketinggalan. Indeks Hang Seng dan SSE Composite sama-sama naik sekitar 0,84 persen. Bahkan Singapura, lewat indeks Straits Times-nya, ikut menguat 0,56 persen. Rasanya, sentimen optimis menyebar merata di kawasan hari itu, memberikan angin segar bagi investor setelah mungkin beberapa hari sebelumnya diwarnai kecemasan.
Artikel Terkait
Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk yang Berhenti di Jalan Wates-Purworejo
Pemerintah Pastikan Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Masih Aman
Saksi Ungkap Harga Chromebook di Bawah Pasar, Kerugian Negara Dipertanyakan
IAEA: Iran Belum Miliki Program Senjata Nuklir, Namun Pengayaan Uranium Capai Level Mengkhawatirkan