Mojtaba Khamenei, Putra Pemimpin Tertinggi, Disebut Calon Kuat Penerus Kekuasaan di Iran

- Kamis, 05 Maret 2026 | 12:00 WIB
Mojtaba Khamenei, Putra Pemimpin Tertinggi, Disebut Calon Kuat Penerus Kekuasaan di Iran

Nama Mojtaba Khamenei kembali ramai diperbincangkan. Dalam dinamika politik Iran yang selalu bergejolak, putra kedua Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei ini disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat untuk posisi puncak di Republik Islam.

Lahir di Mashhad pada 8 September 1969, masa kecil dan remajanya diwarnai gejolak politik. Ayahnya aktif melawan Shah Iran, sebelum akhirnya Revolusi 1979 mengubah segalanya. Ia tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan intrik dan pergolakan kekuasaan.

Jalur Agama, Bukan Pemerintahan

Berbeda dari politisi kebanyakan, Mojtaba tidak menekuni jalur birokrasi formal. Ia memilih dunia seminari. Menempuh studi agama di Qom, kota suci pusat teologi Syiah, ia berhasil meraih gelar Hojjatoleslam. Gelar ini menempatkannya sebagai ulama tingkat menengah.

Memang, gelarnya belum setinggi Ayatollah seperti ayahnya atau Khomeini. Tapi di mata kalangan konservatif tertentu, ia punya legitimasi religius yang cukup. Ini jadi modal tersendiri.

Dalang di Balik Layar

Mojtaba dikenal sebagai figur yang bekerja dalam bayang-bayang. Tak ada jabatan resmi di pemerintahannya. Namun, dalam dua dekade terakhir, pengaruhnya di lingkaran dalam kekuasaan disebut-sebut sangat besar, terutama untuk urusan domestik dan keamanan.

Beberapa pengamat bahkan menyebutnya "penjaga gerbang" sang Ayatollah. Peran informal ini memberinya akses istimewa: ia bisa bertemu dengan elite politik, ulama senior, dan petinggi militer dengan mudah.

Pilar Dukungan: Keterkaitan dengan IRGC

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar