"Jadi, selain mewujudkan ketahanan pangan lokal, kita juga akan memastikan seluruh anak-anak kita mengonsumsi bahan pangan lokal yang bergizi dan segar," tukas Bupati lagi.
Harapannya sih, Kampung Produktif di Bulu-Bulu ini bisa jadi semacam percontohan. Model pemberdayaan yang nggak cuma bikin lapangan kerja baru, tapi juga meningkatkan nilai jual produk lokal dan akhirnya memperkuat ekonomi desa.
Kunjungan Bupati kemarin juga diramaikan oleh sejumlah pejabat terkait. Mulai dari Kepala Dinas Tanaman Pangan, Ketahanan Pangan, BKPSDM, Bina Marga, sampai Perkimtan dan Pemuda Olahraga turut mendampingi. Pemerintah kecamatan dan desa tentu saja hadir.
Dengan skema seperti ini, Pemkab Bone cukup optimis. Mereka yakin program ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tingkat desa, sekaligus jadi pondasi ketahanan pangan dan kesejahteraan warga untuk jangka panjang. Semoga saja.
Artikel Terkait
Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik di Awal Pekan
Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Konflik Timur Tengah
BSI Bone Luncurkan Program Bone Berhaji, Diapresiasi Bupati
Ali Larijani Dipercaya Kendalikan Iran Usai Kematian Khamenei dalam Serangan