Lebih dari Seribu Relawan BRI Bergerak dari Kualanamu, Bawa Bantuan dan Komitmen Pemulihan Jangka Panjang

- Jumat, 19 Desember 2025 | 20:48 WIB
Lebih dari Seribu Relawan BRI Bergerak dari Kualanamu, Bawa Bantuan dan Komitmen Pemulihan Jangka Panjang

Medan, Jumat (19/12) pagi, suasana di Bandara Kualanamu terasa berbeda. Bukan penumpang biasa yang memadati area, melainkan barisan relawan dan puluhan truk berisi bantuan. Di tengah keriuhan itu, hadir Dony Oskaria dari BP BUMN dan Hery Gunardi, Direktur Utama BRI. Mereka melepas langsung keberangkatan Relawan Tanggap Bencana BRI dalam sebuah apel bersama. Momen ini sekaligus menandai komitmen nyata Danantara Indonesia dan BP BUMN untuk wilayah Sumatera yang terdampak bencana.

Tak tanggung-tanggung, aksi kali ini mengerahkan lebih dari seribu relawan. Tepatnya 1.066 orang. Mereka didukung oleh 109 armada truk yang siap membawa bantuan kemanusiaan. Aceh menjadi salah satu prioritas utama penyaluran awal. Menariknya, apel pelepasan ini bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara. Bagi mereka, ini bukan sekadar simbol. Ini wujud nyata kehadiran negara di saat rakyat paling membutuhkan.

Dalam arahannya, Dony Oskaria menekankan hal itu. Peran BUMN dalam situasi darurat, baginya, adalah sebuah kewajiban moral.

“BUMN ini milik rakyat Indonesia. Jadi, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukan pilihan lagi, tapi sudah jadi kewajiban. Sejak awal bencana terjadi, kami selalu tegaskan bahwa kehadiran BUMN bukan cuma pelengkap. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai perusahaan milik negara,” ujar Dony.

Di sisi lain, Hery Gunardi menjelaskan langkah-langkah konkret yang sudah diambil BRI. Begitu bencana terjadi, unit kerja terdekat langsung bergerak cepat. Mereka turun ke lapangan untuk memetakan kebutuhan warga. Tujuannya jelas: memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lokasi, bukan sekadar asal kirim.

Namun begitu, fokus BRI tidak berhenti di fase tanggap darurat saja. Mereka juga punya peran aktif dalam proses pemulihan jangka panjang. Ratusan relawan yang dikirim tak cuma membantu menyalurkan bantuan. Mereka juga terlibat langsung dalam operasional lapangan dan upaya pemulihan di berbagai titik terdampak di Sumatera.

Komitmen jangka panjang itu diwujudkan melalui program BRI Peduli. Nantinya, akan ada renovasi fasilitas pendidikan dan puskesmas yang rusak. Perbaikan sistem air bersih dan sanitasi juga jadi prioritas, terutama di Aceh. Untuk Sumatera Utara, fokusnya pada renovasi sekolah dasar dan puskesmas, plus perbaikan sarana air bersih komunal. Sementara di Sumatera Barat, rencananya mencakup perbaikan ruang kelas, fasilitas kesehatan, hingga rehabilitasi drainase dan jalan lingkungan.

Sebelum rencana pemulihan itu berjalan, di fase darurat BRI sudah banyak berbuat. Mereka mendirikan posko, menyalurkan sembako, obat-obatan, pakaian, hingga perlengkapan bayi dan perahu karet. Angkanya cukup signifikan. Hingga 18 Desember 2025, BRI Group telah melakukan 40 aksi darurat, didukung lima posko yang berfungsi sebagai pusat koordinasi.

Bantuan yang berhasil didistribusikan antara lain 3.250 paket makanan siap santap dan 63.500 paket sembako. Juga ada 700 paket survival kit, 1.680 unit kasur selimut, serta puluhan truk air bersih dan ribuan paket obat. Dua perahu karet dikerahkan untuk menjangkau area banjir. Secara total, program ini telah menjangkau lebih dari 70 ribu jiwa.

Menutup penjelasannya, Hery Gunardi kembali menegaskan posisi BRI.

“Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, kami berharap bisa memberi dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Langkah ini menegaskan bahwa BRI selalu hadir, peduli, dan berkontribusi nyata. Dari darurat sampai pemulihan panjang, kami ada untuk mendukung ketahanan masyarakat Indonesia,” tegas Hery.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler