Polisi akhirnya meringkus Ais Setiawati, salah satu buronan yang dicari-cari terkait jaringan narkoba di NTB. Perannya? Dia disebut-sebut sebagai bendahara kepercayaan bandar Koh Erwin.
Penangkapan ini terjadi di Mataram, berbarengan dengan operasi yang menjerat Koh Erwin sendiri di Tanjung Balau, Sumatera Utara. Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Kombes Pol Roman Elhaj, koordinasi antara tim di lapangan berjalan mulus.
“Salah satu DPO-nya juga sudah kita tangkap atas nama Ais selaku bendahara. Kita tangkap di Mataram. Jadi Bareskrim tangkap Koko Erwin-nya kemarin di Sumut, dekat dengan perbatasan Malaysia. Kita amankan satu lagi DPO di Mataram,” jelas Roman, Sabtu (28/2/2026).
Dari penyelidikan, peran Ais ternyata cukup vital. Dialah yang menerima aliran uang hasil jualan narkoba dari Anita istri seorang anggota polisi di Bima, Bripka Irfan. Uang itu kemudian dia kelola.
Tak cuma itu. Roman juga mengungkap sebuah pertemuan penting yang melibatkan Ais, Koh Erwin, dan eks Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Pertemuan itu digelar di Hotel Marina Inn, Bima, untuk membahas soal setoran.
Artikel Terkait
43 WNI di Afghanistan Dinyatakan Aman Meski Konflik dengan Pakistan Memanas
Veda Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 di Seri Perdana Thailand
SIM Keliling Polrestabes Bandung Layani Perpanjangan di Dua Lokasi Hari Ini
KPK Ungkap Modus Brankas Berjalan dan Beli Mobil dari Uang Haram di Bea Cukai