Nah, soal teknis penugasan di lapangan nanti, itu akan menjadi ranah Kementerian Pertahanan bersama Markas Besar TNI. Mereka yang bakal mengoordinasikan detailnya.
Di sisi lain, Kemlu juga menekankan satu prasyarat krusial yang tak bisa ditawar: persetujuan Palestina. Ini jadi prinsip utama. Indonesia, lewat penjelasan Caka, bertekad untuk menghormati kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri rakyat Palestina. Jadi, jangan khawatir, pasukan TNI tidak akan dikirim untuk mengubah demografi atau memindahkan paksa warga Gaza.
Dan ada satu poin penutup yang mungkin paling penting untuk dicatat.
“Yang paling terakhir dan paling penting adalah, penugasan ini dapat dihentikan kapan saja,” tegas Caka.
Pernyataan itu seperti memberi semacam 'tombol darurat'. Jika situasi berubah atau prasyarat utama tak terpenuhi, Indonesia punya opsi untuk menarik pasukannya kapan pun.
Artikel Terkait
Al Hilal Tumbangkan Al Shabab 5-3 dalam Laga Penuh Gol
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Pangkal Pinang, 28 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Salat untuk Makassar, 10 Ramadan 1447 H
Waktu Sahur di Ramadhan, Momentum Mustajab untuk Memperbanyak Dzikir dan Istighfar