Lapangan Footprint Center di Phoenix bergemuruh. Kamis malam, 26 Februari 2026, menyajikan drama yang bikin jantung berdebar kencang. Phoenix Suns berhasil mengalahkan Los Angeles Lakers dengan skor tipis 113-110. Laga NBA musim reguler ini benar-benar ditentukan di detik-detik terakhir.
Yang menarik, Suns tampil tanpa dua pemain andalan mereka. Devin Booker absen karena cedera pinggul, sementara Dillon Brooks harus menepi akibat patah tulang tangan. Tapi, alih-alih kehilangan arah, tim tuan rumah justru tampil dengan semangat membara. Mereka bermain kolektif, penuh determinasi.
Drama 0,9 Detik dari Royce O'Neale
Pertandingan berjalan ketat dari awal hingga akhir. Kedua tim saling sikut, tak ada yang mau mengalah. Di kuarter keempat, Lakers yang sempat tertinggal 12 poin berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 110-110. Suasana mencekam.
Waktu tinggal 0,9 detik. Bola dipegang Royce O'Neale. Tanpa ragu, dia melepas tembakan tiga angka dari pinggir lapangan.
Swish! Bola bersarang sempurna. Arena meledak. Tembakan itu sekaligus mengubur harapan Lakers untuk menyelesaikan comeback mereka. Kemenangan dramatis untuk Suns.
Pahlawan Tanpa Nama yang Muncul
Dengan Booker yang tak tampil, Suns butuh pahlawan lain. Grayson Allen menjawab panggilan itu. Dia menjadi mesin poin utama dengan 28 angka, termasuk empat tembakan tiga angka di kuarter ketiga yang menjadi penahan momentum Lakers.
Namun, sorotan juga patut diberikan pada Collin Gillespie. Pemain ini memberikan kontribusi yang luar biasa di menit-menit krusial. Dia mencetak 21 poin, dan yang penting, empat triple-nya di kuarter keempat menjaga ritme serangan Suns tetap hidup dan agresif. Performa tim secara kolektif memang solid. Mereka mencatat akurasi tiga angka 44% dari 50 percobaan angka yang cukup signifikan sebagai pembeda malam itu.
Luka Doncic, Performa Hebat yang Berakhir Pahit
Di sisi lain, Lakers mengandalkan kecemerlangan satu bintang: Luka Doncic.
Pemain asal Slovenia itu nyaris membawa timnya menang sendirian. Dia memborong 41 poin, 8 rebound, dan 8 assist. Aksi gemilangnya itulah yang membangkitkan Lakers dari ketertinggalan dan membawa pertandingan ke situasi imbang.
Tapi, usaha supernya itu akhirnya sia-sia. Tembakan O'Neale di detik terakhir mengubah segalanya, mengubah potensi kemenangan menjadi kekalahan yang getir.
Peta Perebutan Playoff Barat Semakin Sengit
Kemenangan ini punya arti besar di klasemen. Persaingan untuk menduduki posisi playoff di Wilayah Barat semakin panas. Rekor Lakers sekarang 34-24, sementara Suns membayangi ketat dengan 34-26. Jaraknya sangat tipis.
Head-to-head musim ini pun kini condong ke Phoenix. Dari empat pertemuan, Suns menang tiga kali:
- 1 Desember 2025: Suns menang 125-108.
- 14 Desember 2025: Lakers menang 116-114.
- 23 Desember 2025: Suns menang lagi 132-108.
- Dan yang terbaru, 26 Februari 2026: 113-110 untuk Suns.
Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 10 April 2026 di Crypto.com Arena, markas Lakers. Pertandingan itu sudah dipastikan akan berlangsung sengit. Bukan sekadar balas dendam, tapi sangat mungkin menjadi laga penentu nasib kedua tim di akhir musim nanti. Siap-siap saja untuk drama lanjutannya.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Penuhi Amanah Terakhir Jupe, Bantu Ibunda yang Terpuruk Ekonomi
Ketua Ombudsman RI Ditahan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Nikel
Unhas Tanggapi Laporan Pungli Terhadap Pengusaha Rental Papan Ucapan di Area Kampus
Warga Jemur Gabah di Badan Jalan Bypass Mamminasata, Lalu Lintas Tetap Ramai