Kamis lalu, ruang pemeriksaan KPK ramai. Bukan hanya satu atau dua orang, melainkan empat belas saksi yang dipanggil untuk mengurai kasus Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Mereka yang datang adalah delapan kepala desa dan sejumlah perangkat desa, semua terkait dugaan pemerasan yang didalangi sang bupati.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi hal itu. Fokus penyidik, katanya, adalah mendalami aliran uang yang diduga diserahkan atas perintah Sudewo.
"Didalami soal penyerahan uang atas perintah Bupati melalui koordinator kepala desa," jelas Budi.
Namun begitu, uang bukan satu-satunya fokus. Ada hal lain yang juga tengah disorot: proses rekrutmen perangkat desa di Pati. Budi membeberkan bahwa para saksi diminta menjelaskan mekanisme pengisian jabatan itu di tahun 2026. Sayangnya, ia tak mau merinci lebih jauh temuan apa yang sudah didapat penyidik dari kesaksian mereka.
Artikel Terkait
Kapolri Tegaskan Persatuan Nasional Kunci Hadapi Dampak Krisis Global
Dua Advokat Gugat MK, Minta Syarat Calon Presiden Dilarang Berkeluarga dengan Petahana
Larangan Truk Tiga Sumbu Saat Lebaran 2026 Ancam Pasokan Kemasan dan Pabrikan
Polri Dampingi Keluarga Korban dan Pastikan Proses Hukum Kasus Brimob Tewaskan Pelajar di Tual