Sekarang, kondisinya memilukan. Ruang perpustakaan itu hancur total. Genteng-genteng pecah berbaur dengan rangka kayu yang patah, semua menimpa dan mengubur koleksi buku. Sudah pasti, ruangan itu sama sekali tidak bisa dipakai.
Penyebab Diduga Usia Bangunan dan Kayu Lapuk
Dari pengamatan di lokasi, usia bangunan yang tua diduga jadi biang kerok. Rangka kayu penopang atap sudah lama lapuk, dimakan waktu dan cuaca. Beban genteng yang sudah berat, ditambah lagi dengan guyuran air hujan yang tak henti, akhirnya menjadi pukulan terakhir. Bangunan itu pun roboh.
Sebenarnya, pihak sekolah sudah lama merasa khawatir. Mereka sudah menyadari kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan. Sebagai langkah pencegahan, para guru telah melarang siswa mendekati atau beraktivitas di sekitar gedung perpustakaan. Semua demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Namun begitu, ambruknya gedung ini tetap menjadi pukulan berat. Minat baca siswa di sekolah itu sebenarnya cukup tinggi. Selama ini, akses mereka memang sudah dibatasi karena kekhawatiran akan keselamatan. Tapi kini, fasilitas itu benar-benar hilang, lenyap dalam sekejap.
Pihak sekolah tidak tinggal diam. Mereka telah mengirimkan surat resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, melaporkan musibah ini. Harapannya jelas: pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan. Agar perpustakaan bisa hidup kembali, dan kegiatan literasi anak-anak tidak terputus terlalu lama.
Artikel Terkait
Kemendagri Dorong Analis Kebijakan Papua Jadi Think Tank Berbasis Data
Imsak di Banjarmasin Pukul 05.04 WITA, Subuh 05.14 WITA
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Medan: Imsak Pukul 05:12 WIB
Jenazah Alex Noerdin Akan Disemayamkan di Masjid Agung Palembang Atas Permintaan Masyarakat