Tapi keputusasaan, katanya, bukanlah jawaban.
“Jangan pernah putus asa dengan negara kita. Masih banyak harapan, masih banyak orang baik di Indonesia yang bekerja dengan tulus,” tegasnya.
Menurutnya, perubahan mustahil terwujud jika justru generasi terbaik memilih menjauh. Justru sebaliknya, perspektif global dan semangat pembaruan yang mereka bawa pulang, itulah yang sangat dibutuhkan untuk mengarahkan Indonesia ke jalan yang lebih baik.
“Sekalipun saya berada dalam kondisi tersulit, saya tetap mengabdi untuk negara. Karena pengabdian itu tidak mungkin sia-sia,” katanya.
Perkara yang dihadapinya sendiri berat. Nadiem didakwa terlibat korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) yang disebut merugikan negara hingga Rp2,18 triliun. Dakwaan itu juga menyebut ia melakukan perbuatan bersama Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Jurist Tan.
Tak hanya itu, jaksa mendakwa Nadiem telah memperkaya diri sendiri senilai Rp809,59 miliar. Uang itu diduga berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melalui PT Gojek Indonesia. Atas semua itu, ia dijerat dengan pasal-pasal korupsi yang ancamannya tak main-main.
Artikel Terkait
Polres Bone Gelar Serah Terima Jabatan untuk Sejumlah Pejabat Kunci
Mobil Terperosok Jurang 200 Meter di Enrekang, Satu Tewas
Prakiraan Cuaca Sulsel Jumat: Cerah Berpotensi Hujan Sedang di Sejumlah Kabupaten
Pria di Palopo Meninggal Gantung Diri Usai Tunjukkan Perilaku Mengkhawatirkan