Kementerian Pertanian Gandeng Pramuka Cetak Petani Muda dan Galakkan Tanam 250 Juta Pohon

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:00 WIB
Kementerian Pertanian Gandeng Pramuka Cetak Petani Muda dan Galakkan Tanam 250 Juta Pohon

Kesiapan Pramuka Hingga ke Akar Rumput

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso. Ia menegaskan kesiapan organisasinya yang memiliki jaringan hingga ke desa-desa untuk mendukung agenda ketahanan pangan. Kekuatan ini, menurutnya, dapat dimobilisasi untuk aksi serentak dan berkelanjutan.

“Dengan kekuatan puluhan juta anggota Pramuka, gerakan tanam pohon dan pendampingan pertanian bisa dilakukan secara masif. Ini bukan hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga membangun generasi muda petani yang profesional dan modern,” ungkap Budi Waseso.

Lebih lanjut, Budi Waseso menyatakan bahwa Pramuka akan mendorong pemanfaatan setiap jengkal lahan, mulai dari pekarangan rumah hingga lahan tidur, untuk dijadikan sumber pangan produktif. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata kemandirian pangan di tingkat keluarga.

Membangun Karakter Petani Muda Profesional

Di sisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa penguatan Saka Tarunabumi merupakan bagian dari strategi besar pembangunan SDM pertanian. Pembinaan yang diberikan tidak hanya fokus pada keterampilan teknis bertani, tetapi juga pada pembentukan karakter.

Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan semangat gotong royong ditanamkan sebagai fondasi untuk menghadapi tantangan pertanian modern. Integrasi antara kepramukaan dengan program pelatihan pertanian diharapkan dapat mempercepat lahirnya petani-petani muda yang profesional dan berintegritas.

Kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Gerakan Pramuka ini pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan. Mulai dari upaya swasembada pangan, penguatan hilirisasi, hingga percepatan menuju Indonesia Emas, semua bergantung pada generasi muda yang bergerak nyata dari lapangan.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar