MURIANETWORK.COM - Kementerian Pertanian menggandeng Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis untuk menggerakkan pembangunan pertanian nasional. Langkah ini bertujuan mencetak generasi muda petani dan meluncurkan gerakan penanaman pohon secara masif yang melibatkan sekitar 25 juta anggota Pramuka di seluruh Indonesia. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan komitmen ini dalam acara pelantikan pengurus Saka Tarunabumi di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Saka Tarunabumi sebagai Wadah Nyata
Dalam pandangan Menteri Amran, Satuan Karya (Saka) Tarunabumi merupakan wadah yang tepat untuk membina Pramuka Penegak dan Pandega agar terjun langsung ke lapangan. Ia menekankan bahwa pembangunan pertanian memerlukan aksi konkret, bukan sekadar wacana. Melalui Pramuka, diharapkan tercipta gerakan yang manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat luas.
“Melalui Gerakan Pramuka, kita tidak ingin kegiatan yang simbolis. Kita ingin gerakan riil yang manfaatnya dirasakan bangsa. Salah satunya adalah gerakan tanam pohon nasional,” tegas Amran.
Target 250 Juta Pohon dan Dampak Ekonomi
Gagasan nyata yang diusung adalah menjadikan Hari Pramuka setiap 14 Agustus sebagai momentum tanam pohon serentak. Dengan kekuatan anggota yang mencapai 25 juta jiwa, ditargetkan setiap anggota menanam minimal 10 pohon. Jika target ini tercapai, akan ada 250 juta pohon baru dalam satu hari.
“Kalau satu orang menanam 10 pohon saja, itu sudah 250 juta pohon. Kalau konsisten dilakukan 10 tahun, dampaknya akan menggemparkan dunia,” ujarnya penuh keyakinan.
Jenis tanaman yang didorong pun dipilih yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan strategis, seperti kelapa, kakao, kopi, mente, durian, dan cabai. Amran memberikan contoh praktik di Gorontalo, di mana penanaman cabai di pekarangan rumah berhasil membantu menstabilkan harga dan menekan inflasi di tingkat lokal.
Kesiapan Pramuka Hingga ke Akar Rumput
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso. Ia menegaskan kesiapan organisasinya yang memiliki jaringan hingga ke desa-desa untuk mendukung agenda ketahanan pangan. Kekuatan ini, menurutnya, dapat dimobilisasi untuk aksi serentak dan berkelanjutan.
“Dengan kekuatan puluhan juta anggota Pramuka, gerakan tanam pohon dan pendampingan pertanian bisa dilakukan secara masif. Ini bukan hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga membangun generasi muda petani yang profesional dan modern,” ungkap Budi Waseso.
Lebih lanjut, Budi Waseso menyatakan bahwa Pramuka akan mendorong pemanfaatan setiap jengkal lahan, mulai dari pekarangan rumah hingga lahan tidur, untuk dijadikan sumber pangan produktif. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata kemandirian pangan di tingkat keluarga.
Membangun Karakter Petani Muda Profesional
Di sisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa penguatan Saka Tarunabumi merupakan bagian dari strategi besar pembangunan SDM pertanian. Pembinaan yang diberikan tidak hanya fokus pada keterampilan teknis bertani, tetapi juga pada pembentukan karakter.
Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan semangat gotong royong ditanamkan sebagai fondasi untuk menghadapi tantangan pertanian modern. Integrasi antara kepramukaan dengan program pelatihan pertanian diharapkan dapat mempercepat lahirnya petani-petani muda yang profesional dan berintegritas.
Kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Gerakan Pramuka ini pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan. Mulai dari upaya swasembada pangan, penguatan hilirisasi, hingga percepatan menuju Indonesia Emas, semua bergantung pada generasi muda yang bergerak nyata dari lapangan.
Artikel Terkait
Mantan Bawahan Kapolres Bima Kota Simpan Koper Berisi Narkoba Atas Permintaan Didik
Kapal Penumpang Terpaksa Putar Balik Diterjang Cuaca Ekstrem di Perairan Sulawesi
Sumur Laccokkong di Bone, Saksi Bisu Ritual Kerajaan Abad ke-15
Rosatom Tawarkan Solusi Nuklir untuk Dukung Visi 2030 Arab Saudi di Pameran Riyadh