Ia kemudian menuturkan, soal greenflation hanyalah satu dari sekian banyak dilema yang harus dihadapi saat membuat kebijakan. Apalagi, proses menuju negara maju akan melahirkan banyak dilema yang juga penting untuk dibicarakan.
"Misalnya, saat kita mengejar kemajuan dengan penerapan teknologi digital seperti artificial intelligence, itu juga tentu akan berpengaruh pada penyiapan skills, keahlian sumber daya manusia Indonesia. Untuk bisa jadi negara maju dengan sumber daya manusia yang maju, kita harus memakan biaya," papar Budiman.
Budiman turut menyinggung dua pasangan lainnya yang berbicara soal kenaikan dana desa. Meski dinilai sebagai program yang baik, Budiman beranggapan hal itu tidak semudah membalikan telapak tangan dan tetap perlu menjelaskan konsekuensinya kepada publik.
"Kalau kampanye hanya sekedar mengumbar janji tapi rakyat tidak dijelaskan konsekuensi-konsekuensinya, maka ini adalah penyesatan. Nah, ini yang kami, pasangan 02, tidak inginkan," tegasnya.
Terkait kampanye, Budiman menegaskan komitmennya untuk menciptakan forum edukasi politik, bukan sekedar janji manis dan pertunjukan yang menghibur.
"Pasangan Prabowo-Gibran, sebagaimana diingatkan oleh Cawapres Gibran dalam debat kemarin itu mengajak kita untuk menghitung ini konsekuensinya ada, apapun ada resikonya, sehingga kita harus bersiap untuk itu," pungkasnya.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: titiktemu.co
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai