Kantong Penipuan di Perbatasan Kamboja: Studio Kantor Polisi Palsu untuk Teror Korban via Video Call

- Rabu, 04 Februari 2026 | 12:24 WIB
Kantong Penipuan di Perbatasan Kamboja: Studio Kantor Polisi Palsu untuk Teror Korban via Video Call

Strateginya jelas: menyamar sebagai aparat penegak hukum saat melakukan panggilan video untuk memeras uang korban di luar negeri. Bendera nasional dan logo resmi pun dipajang sebagai alat bantu untuk memperkuat kebohongan.

Di sisi lain, kondisi di dalam kompleks itu justru memperlihatkan sisi gelap operasi ini. Peralatan komputer dan telepon genggam yang rusak berserakan di lantai. Yang lebih mencemaskan, sebuah alat penyetrum listrik atau taser ditemukan tergeletak di atas meja.

Alat itu diduga bukan untuk korban, melainkan untuk mendisiplinkan pekerja penipuan itu sendiri. Bisa dibayangkan, alat itu digunakan pada mereka yang mencoba kabur atau dianggap gagal memenuhi target penipuan.

Barang-barang pribadi pakaian kumal, sisa makanan masih tertinggal di kamar-kamar sempit yang dulu digunakan untuk menampung para pekerja. Ribuan orang, menurut dugaan, dipaksa bekerja dalam kondisi seperti ini di berbagai pusat penipuan se-Asia Tenggara.

Sementara itu, upaya pemulangan bagi WNI yang terlibat sedang diupayakan. KBRI Phnom Penh kini bergerak setelah otoritas Kamboja menggerebek tempat-tempat semacam ini. Nasib mereka yang menjadi korban kerja paksa masih menjadi perhatian utama.


Halaman:

Komentar