Nasaruddin menyinggung kedekatan Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman. “Alhamdulillah karena Bapak Presiden mempunyai hubungan yang dekat, sehingga diberikan kesempatan,” ujarnya. Hubungan bilateral yang erat itu rupanya membuka pintu bagi Indonesia untuk mendapatkan lokasi yang strategis, bahkan bisa dibilang premium.
Soal lokasinya, cukup membuat iri. Kampung Haji Indonesia di Makkah direncanakan bakal menempati lahan seluas sekitar 60 hektare. Yang menarik, jaraknya cuma sekitar satu sampai tiga kilometer dari Masjidil Haram. Bahkan, rencananya kawasan ini akan terhubung langsung ke masjid suci itu melalui sebuah terowongan. Bayangkan betapa mudahnya akses bagi jemaah nanti.
“Dan kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas,” tambah Nasaruddin dengan nada optimis.
Memang, ini baru rencana. Tapi kalau benar terwujud, tentu jadi terobosan besar. Selama ini, akomodasi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi seringkali jadi persoalan. Kehadiran Kampung Haji sendiri diharapkan bisa menjawab tantangan itu. Di sisi lain, langkah ini juga menunjukkan diplomasi Indonesia di kancah global, khususnya dengan Kerajaan Arab Saudi, sedang berada di titik yang baik. Kita lihat saja perkembangannya.
Artikel Terkait
Pemerintah Pacu Pembentukan Badan Pengawas Data Pribadi, Targetkan Perpres 2026
Sepuluh Ribu Rupiah yang Tak Terbeli: Ketika Sebatang Pena Menjadi Harga Sebuah Nyawa
HNW Pertanyakan Nasib Kampung Haji dalam RKAT BPKH 2026
Prabowo dan Alarm Demokrasi: Ketika Kritik Dikira Ancaman