Nama Sri Mulyani Terseret dalam Pusaran Dokumen Epstein, Ini Penjelasannya

- Rabu, 04 Februari 2026 | 10:25 WIB
Nama Sri Mulyani Terseret dalam Pusaran Dokumen Epstein, Ini Penjelasannya

Dalam dokumen tersebut, Sri Mulyani dikutip memberikan pernyataan resmi. Ia menjelaskan fungsi PDU dalam memperkuat sistem pengukuran kinerja, termasuk soal penggunaan scorecard dan percepatan penyaluran dana komitmen.

Sebagai salah satu pimpinan puncak, wajar saja namanya muncul. Pencantuman itu murni terkait tanggung jawab profesionalnya dalam reformasi tata kelola Bank Dunia. Sampai sekarang, belum jelas kenapa dokumen internal bank dunia itu bisa nyangkut ke dalam arsip Epstein. Yang pasti, tak ada satu pun indikasi yang mengaitkannya secara pribadi dengan jaringan kriminal Epstein.

Lautan Dokumen dan Banyak Nama Besar

Rilis dokumen Epstein ini memang membuka kotak Pandora. File yang dirilis berdasarkan Epstein File Transparency Act itu konon mencapai tiga juta halaman lebih. Isinya beragam, mulai dari catatan kontak, korespondensi email, hingga agenda pertemuan si predator seksual itu dengan berbagai tokoh global selama puluhan tahun.

Namun begitu, DOJ sendiri sudah mengingatkan. Sekadar muncul nama di dokumen, bukanlah bukti keterlibatan dalam tindak pidana. Bisa jadi itu sekadar catatan pertemuan sosial biasa.

Dan nama besar yang muncul memang bukan main. Dari mantan Presiden AS seperti Donald Trump, Bill Clinton, hingga George W. Bush. Dari Inggris, nama Pangeran Andrew dan Tony Blair juga ada. Dunia Timur Tengah pun tak luput, dengan sejumlah nama seperti Mohammed bin Salman.

“Penting untuk dicatat bahwa nama-nama ini disebutkan terkadang hanya sebagai kontak atau kenalan, dan bukan berarti mereka didakwa atas kejahatan,” begitu bunyi pernyataan dalam ringkasan resmi DOJ.

Jadi, kasus Sri Mulyani ini lebih ke soal kesalahpahaman. Namanya terseret bukan karena salah pergaulan, tapi karena dokumen lamanya di Bank Dunia ikut tersedot dalam pusaran arsip terbesar sepanjang kasus Epstein.


Halaman:

Komentar