Kejadiannya pada Kamis siang lalu. Menurut informasi yang beredar, pemicu tragedi ini sederhana sekaligus menyayat hati: si anak kecewa karena tak kunjung dibelikan buku tulis dan pulpen untuk sekolah.
Malam sebelum kejadian, YBS memang meminta uang pada ibunya untuk keperluan itu. Tapi permintaan polosnya tak bisa dituruti. Keadaan ekonomi keluarga mereka benar-benar sulit.
Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, mencoba menjelaskan kondisi keluarganya. Sang ibu harus menanggung hidup lima anak sendirian. Ayah si anak sudah lama pergi, pisah sekitar sepuluh tahun yang lalu. Beban hidup yang dipikulnya sangat berat.
"Hidupnya susah,"
Artikel Terkait
Pemerintah Pacu Pembentukan Badan Pengawas Data Pribadi, Targetkan Perpres 2026
Sepuluh Ribu Rupiah yang Tak Terbeli: Ketika Sebatang Pena Menjadi Harga Sebuah Nyawa
HNW Pertanyakan Nasib Kampung Haji dalam RKAT BPKH 2026
Prabowo dan Alarm Demokrasi: Ketika Kritik Dikira Ancaman