BANDUNG – Momentum Borneo FC Samarinda tiba-tiba macet. Pemuncak klasemen Super League 2025-2026 itu harus menelan kekalahan telak 1-3 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat malam. Ini sudah jadi kekalahan kedua beruntun mereka musim ini. Padahal, sebelumnya mereka terbang tinggi dengan sebelas kemenangan beruntun.
Laga tunda pekan keempat itu berlangsung panas sejak awal. Borneo sempat unggul lebih dulu lewat Joel Vinicius di menit ke-18. Tapi, keunggulan itu cuma bertahan sebentar. Menjelang turun minum, Ramon Tanque berhasil menyamakan kedudukan untuk Persib. Gol itu benar-benar mengubah jalannya pertandingan.
Memasuki babak kedua, situasi malah makin runyam bagi tim tamu. Lini pertahanan Pesut Etam terlihat lengah, dan Federico Barba dengan mudah memanfaatkannya. Di menit ke-50, dia membawa Persib berbalik unggul. Borneo terlihat limbung, dan di penghujung laga, Saddil Ramdani menambah penderitaan mereka dengan gol ketiga. Skor 3-1 pun tak terhindarkan.
Dua kekalahan beruntun ini jelas jadi pukulan berat. Posisi puncak yang sebelumnya nyaman, kini mulai goyah. Tekanan dari tim-tim di bawah mereka makin terasa.
Pelatih Borneo, Fabio Lefundes, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Meski begitu, dia tetap memberikan penghargaan kepada lawan.
“Selamat untuk Persib mereka bisa menang,” ujar Lefundes.
“Dari sisi lainnya kita akan istirahat sedikit untuk mendapatkan waktu yang sangat cukup untuk kita nanti hadapi Persebaya Surabaya,” tambahnya, seperti dikutip dari situs resmi iLeague.
Lefundes mengakui, evaluasi besar-besaran harus segera dilakukan. “Pasti nanti ada evaluasi tapi evaluasi itu kita akan lakukan internal antara staf pelatih maupun pemain,” katanya. “Tetapi kita pasti ada hal-hal yang kita mau koreksi.”
Timnya punya waktu sekitar dua pekan untuk berbenah sebelum bertemu Persebaya Surabaya pada 20 Desember. Momen jeda ini sangat krusial. Bisa jadi titik balik, atau justru awal dari kemerosotan yang lebih dalam. Semuanya tergantung bagaimana mereka merespons kekalahan ini.
Di sisi lain, kemenangan ini menunjukkan kelas Persib sebagai juara bertahan. Mereka membuktikan bisa menghajar pemuncak klasemen dengan permainan yang efektif dan dominan. Performa Borneo yang sebelumnya solid, kini terlihat mulai retak. Celah-celah itu terbuka lebar di dua laga terakhir.
Konsistensi yang dulu jadi senjata andalan mereka, perlahan pudar. Alarm sudah berbunyi keras. Jika tak segera menemukan solusi, puncak klasemen itu bisa jadi hanya kenangan.
Artikel Terkait
Persib Bandung Kehilangan Dua Pemain Inti Jelang Lawan Bhayangkara FC, Bojan Hodak Tetap Incar Tiga Poin
Arsenal Terancam Kehilangan Gelar Liga Inggris karena Selisih Gol di Tengah Persaingan Ketat dengan Manchester City
PSIS Semarang Rencanakan Revolusi Tim, Bidik Pulangkan Pratama Arhan dan Alfeandra Dewangga
Persib Wajib Menang Lawan Bhayangkara FC demi Jaga Asa Juara, Marc Klok: Lima Kali Main, Lima Kali Menang